Penahbisan Pdt. Andri Kartika, GBI Gubeng Surabaya DANA TUHAN CUKUPKAN TANPA DIDUGA

0
434

Kamis, 20 Februari 2020 merupakan tanggal yang bersejarah bagi Gereja Baptis Indonesia (GBI) Gubeng Surabaya. Hari itu, GBI Gubeng sukses menyelenggarakan penahbisan pendeta bagi gembala sidangnya, Pdt. Andri Kartika Nugroho sebagai pendeta pengantar Injil.

Upacara penahbisan ini berhasil diselenggarakan setelah melalui proses yang cukup panjang dan berliku. Kerinduan jemaat GBI Gubeng untuk menahbiskan Pdt. Andri sudah muncul sejak tahun 2016, atau dua tahun setelah ia melayani sebagai gembala sidang dengan status pendeta muda (Pdm.). Namun kerinduan tersebut belum bisa diwujudkan karena Pdm. Andri belum memenuhi persyaratan administrasi untuk bisa ditahbiskan sebagai pendeta penuh.

Tiga tahun kemudian, tepatnya 9 April 2019, barulah Majelis Perancang GBI Gubeng mengusulkan Pdm. Andri agar bisa ditahbiskan menjadi pendeta pengantar Injil. Ketika itu, Pdm. Andri sudah memenuhi persyaratan administrasi untuk bisa ditahbiskan sebagai pendeta. Selain itu, terdapat kesamaan visi dan misi pelayanan antara gembala dan jemaat. Dan tentu saja lantaran didorong kerinduan jemaat agar nantinya Pdm. Andri dapat memimpin upacara-upacara agung gereja yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pendeta penuh.

Tanggal 14 April 2019, usulan majelis perancang tersebut dibawa dalam rapat urusan gereja (RUG). Secara aklamasi, jemaat menyatakan dukungan dan persetujuan. Maka, kemudian dibentuklah panitia khusus untuk menyelenggarakan penahbisan.

Selanjutnya pada 9 Juli 2019 panitia penahbisan mengirim surat kepada Badan Pengurus Daerah Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPD GGBI) Jatim I dan Bali. Sehari kemudian surat tersebut mendapat balasan melalui seksi kependetaan daerah sekaligus membentuk dewan penahbis terdiri dari Pdt. Dwi Hari Santoso (Gembala Sidang GBI Pengharapan sebagai ketua), Pdt. Daniel Royo Haryono (Gembala Sidang GBI Pniel), Pdt. J. Guntur Mulyanto (Gembala Sidang GBI Manukan), Pdt. Adhi Cahyono (Gembala Sidang GBI Waru), dan Pdt. Heru Prastowo (Gembala Sidang GBI Waru Cabang Bringin Bendo).

Sebelum dapat ditahbiskan, ada sejumlah tahapan wawancara dan pemeriksaan syarat-syarat administrasi. Sekalipun semua itu sudah dilalui, panitia penahbisan, majelis perancang dan jemaat belum bisa bernapas lega. Maklum, anggaran upacara penahbisan sebesar Rp. 19 juta terasa sangat berat. Ini karena GBI Gubeng masih memiliki tiga agenda yang juga memakan anggaran tidak sedikit, yaitu ulang tahun ke- 50, perayaan Natal dan tahun baru, serta angsuran pinjaman pembelian pastori.

Panitia tidak mau menyerah begitu saja. Seksi dana mulai bekerja menyebar proposal bantuan dana ke anggota-anggota jemaat. Seksi-seksi lain lantas memutar otak untuk menekan pengeluaran, dan jemaat terus bertekun dalam doa.

Sebulan menjelang penahbisan, justru anggaran semakin membengkak. Ini karena ada beberapa masukan yang cukup positif untuk menjadikan upacara penahbisan ini berkesan bagi calon tertahbis dan para undangan. Setidaknya, acara itu tidak mengecewakan dan memalukan.

Namun Tuhan tidak tinggal diam. Secara mengejutkan, dana yang sempat membengkak tersebut justru tercukupi 12 hari menjelang acara penahbisan. Mengetahui dana sudah tercukupi, memacu panitia penahbisan untuk “habis-habisan” mengerahkan segala daya dan upaya. Panitia melakukan yang terbaik untuk Tuhan karena Dia sudah mengerjakan bagian-Nya dan Tuhan sudah menolong. Bahkan tim perlengkapan dan dekorasi harus menyelesaikan pekerjaannya dari pukul 22.00 hingga 04.00, sedangkan acara penahbisan akan dilangsungkan pukul 10.00.

Selain itu kondisi cuaca selama acara penahbisan berlangsung juga menjadi pergumulan tersendiri. Ya, karena dua hari berturut-turut Surabaya selalu diguyur hujan lebat pada pagi sampai siang hari.

Dan benar saja, sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasa dan kebaikan-Nya untuk acara penahbisan ini. Tuhan mengirimkan tiang awan-Nya di atas Kota Surabaya sehingga matahari seakan malu memancarkannya sinarnya. Udara pun menjadi sejuk selama acara penahbisan berlangsung.

Menjelang pukul 10.00, tamu undangan mulai berdatangan. Kebanyakan mereka merupakan pendeta dari BPD GGBI Jatim 1 dan Bali. Tamu-tamu ini tampak semringah. Bahkan tak sedikit yang melakukan reuni singkat karena bertemu teman sepelayanan di masa lalu.

Kendati acara penahbisan ini diselenggarakan pada jam kerja, beberapa anggota jemaat GBI Gubeng menyempatkan diri menyaksikan acara istimewa tersebut. Beberapa dari mereka rela mengorbankan pekerjaan dan kuliahnya. Bahkan ada yang buru-buru menyelesaikan ujian demi dapat menghadiri acara penahbisan.

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Demi menjaga kekushukan dan kelancaran upacara, tamu undangan tidak diperkenankan mendokumentasikan acara.  Dokumentasi hanya boleh dilakukan tim dokumentasi panitia penahbisan.

Acara ibadah penahbisan didahului dengan prosesi masuknya dewan penahbis dan calon tertahbis, diikuti para pendeta. Sebuah suasana yang cukup khusuk menyaksikan puluhan hamba Tuhan memasuki dan memenuhi ruang ibadah. Seolah-olah Tuhan ingin menunjukkan kepada panitia penahbisan bahwa mereka tengah melayani orang-orang yang Dia sendiri urapi.

 

Penulis: Satria Ardyrespati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here