Pdt. Ardi Wiriadinata, Direktur Misi APBF JABATAN BUKANLAH TUJUAN AKHIR

0
545

Sesudah delapan tahun menggembalakan Gereja Baptis Pertama (GBP) Bandung, Pdt. Ardi Wiriadinata resmi meletakkan jabatannnya Desember 2020 lalu. Tepat 1 januari 2021, Pdt. Ardi resmi menjadi Direktur Misi Asian Pacific Baptist Federation (APBF). Menurut Pdt. Ardi, berkat dukungan jemaat, keluarga, mentor dan orang-orang terdekat lainnya, ia memilih menjawab panggilan tersebut. Tak hanya itu, Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI) pun mendukungnya.

APBF adalah gabungan gereja-gereja Baptis Se-Asia-Pasifik (termasuk Australia dan Kepulauan Pasifik). Ada 4-7 juta umat Baptis dari sekitar 33.000 gereja dari 22 negara anggota APBF temasuk GGBI.

Peletakan jabatan gembala sidang ini sempat menuai berbagai tanggapan jemaat. Ada yang mendukung untuk menerima panggilan sepenuh waktu tersebut, namun juga ada yang memintanya tetap menjadi gembala sidang meski tidak sepenuh waktu, sambil mencari calon gembala sidang baru.

Namun karena anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) gereja mewajibkan gembala sidang melayani sepenuh waktu, juga mempertimbangkan tanggung jawab seorang gembala sidang, Pdt. Ardi memutuskan meletakkan jabatan per 31 Desember 2020.

Pdt. Ardi & Keluarga

Meski AFBF sudah berdiri selama 46 tahun, baru kali ini mengangkat seorang direktur misi. Menurut Pdt. Ardi, pengangkatan direktur misi ini dilakukan karena adanya kebutuhan memfokuskan pengabaran Injil dan Amanat Agung Tuhan Yesus, dan APBF memiliki potensi besar yang perlu dikelola dengan baik.

APBF sendiri memiliki misi menginspirasi dan memperlengkapi umat Baptis dengan cara berkolaborasi, berjejaring, melatih dan melayani bersama-sama untuk melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus. Sebagai direktur misi, Pdt. Ardi akan berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPN GGBI untuk menyusun strategi pelayanan dan membangun kerja sama. Pdt. Ardi juga memiliki beban untuk menolong gereja-gereja lokal berfokus pada pemuridan.

Meski tidak lagi menggembalakan, Pdt. Ardi tetap terlibat dalam pelayanan mimbar, pelatihan guru Sekolah Minggu (SM) maupun pelayanan lainnya di GBP Bandung.

Berdoa untuk APBF_ Sumber FB APBF

Memenuhi panggilan sebagai direktur misi dengan masa kontrak tiga tahun, ayah dua anak ini berujar, “Kita kan nggak bisa merancang dari sisi manusia. Pasti  ada pemikiran-pemikiran, bagaimana nanti keluarga, berapa lama panggilan ini akan berlangsung, itu wajar sebagai manusia, baik dari keluarga saya maupun keluarga istri, sudah sama-sama mengalami pemeliharaan Tuhan.”

Diakuinya, dalam sebuah kontrak kerja, bisa saja dihentikan sebelum waktunya ataupun bisa diperpanjang kemudian. Meski dilakukan dalam dunia pelayanan, hal itu dinilainya sesuatu yang wajar.

Baginya, panggilan menjadi hamba Tuhan sepenuh waktu tidaklah terbatas pada jabatan gembala sidang atau menjadi pendeta, seperti sebuah karier pelayanan. Panggilan Tuhan memiliki tujuan yang jauh lebih besar.

“Kalau saya (punya tujuan) supaya mengenal Tuhan lebih dalam lagi, (mau jadi gembala sidang, kerja di kantor, menjadi direktur misi) tetap bisa mengenalkan Tuhan kepada semakin banyak orang,” tandas bungsu dari pasangan Pdt. Eddy Wiriadinata (almarhum) dan Dkn. Susan Wiriadinata ini.

Ia mengingatkan, jabatan bukanlah tujuan akhir, namun sebagai sarana untuk mencapai tujuan Tuhan. Itu sebabnya, Pdt. ardi mendorong supaya semakin banyak orang mempercayakan hidupnya untuk mecapai tujuan yang lebih besar, yang Tuhan  sudah tetapkan bagi hidupnya.

Penulis: Juniati 

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here