Lembar Kenangan – Arnold Kabaria Serworwora (24 Juli 1970 – 30 Januari 2021) BERPULANGNYA DOKTER PENCINTA NYANYIAN PUJIAN

0
495

Melayani sampai titik penghabisan, itulah yang dilakukan Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) Baptis Kediri, dr. Arnold Kabaria Serworwora, Sp.OG. Sabtu 30 Januari 2021 pukul 21:05, pria yang akrab disapa “dr. Arry” tersebut menghembuskan napas terakhir di RS Dr. Soetomo Surabaya pada usia 50 tahun. Kuat dugaan, anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Ebenhaezer Jakarta itu tertular Covid-19 sesudah menolong pasien yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Sesudah diketahui positif Covid-19 pada Senin18 Januari 2021, dr. Arry menjalani serangkaian pemeriksaan sehingga harus masuk ruang instalasi gawat darurat (IGD). Beberapa hari kemudian kondisinya mulai membaik. Namun tak berlangsung lama, kondisinya kembali menurun dan masuk kamar unit perawatan intensif (ICU) yang dilengkapi ventilator.

Melihat kebutuhan untuk perawatan dr. Arry, RS Baptis Kediri memutuskan untuk merujuk ke rumah sakit yang memiliki peralatan lebih lengkap. Namun upaya memindahkan dr. Arry bukanlah perkara mudah. Selain ruang ICU rumah sakit yang penuh pasien, ambulans yang harus membawa ke Surabaya pun harus dilengkapi ventilator. Perlu waktu sampai akhirnya mendapatkan ambulans yang dibutuhkan.

Menurut sang adik, Pdt. Ronny Serworwora, dr. Arry sangat mengasihi pekerjaan umat Baptis terutama melalui RS Baptis Kediri. Sedangkan ayahnya, Pdt. Aca Serworwora (almarhum) yang pernah melayani sebagai Ketua Dewan Rumah Sakit Baptis Kediri tahun 1980-an, pernah memberikan amanah kepada Arry untuk meneruskan perjuangannya dengan melayani sebagai dokter di RS Baptis Kediri.

Ia juga seorang pencinta lagu-lagu yang dihimpun dalam buku Nyanyian Pujian terbitan Lembaga Literatur Baptis Bandung. “Dan di mana pun Tuhan tempatkan menjadi anggota gereja, dia pasti menjadi pemimpin paduan suara,” ungkap Pdt. Ronny.

Pdt. Ronny mengungkapkan awal mula kakaknya menjadi dokter. Ketika masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA), Arry meminta izin ibunya untuk mendaki gunung sebagai bagian dari kegiatan sekolah. Ibunya sempat menolak karena oma Arry sedang sakit keras.

“Lalu dia bilang,‘Yakinlah,(oma) sembuh.’ Akhirnya, dia naik gunung,” ungkap Pdt. Ronny.

Dalam perjalanannya pulang dari mendaki gunung, Arry mendapati sang oma telah meninggal dunia di rumah sakit. Sementara jenazah dimandikan, pihak rumah sakit kehabisan handuk. Waktu itu sudah lebih dari pukul 22:00. Tanpa ragu, Arry berjalan ke rumah warga dan mengetuk pintu untuk meminjam handuk guna memandikan oma yang dikasihinya.

Dikutip dari gatheringus.com, Gembala Sidang GBI Setia Bakti Pdt. Yosia Wartono menulis, dr. Arry memulai paduan suara dengan anak-anak Sekolah Menengah Pertama, SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan.

“Sampai anak-anak kelas 6 SD (Sekolah Dasar) bertanya, ‘Apakah saya boleh ikut?’ Di antara anak-anak yang dibina, suara mereka menjadi mapan dan mereka menjadi tepat menembak nada dan membaca not,” tulis Pdt. Wartono.

Dilanjutkannya, di antara anak-anak Paduan Suara “Nafiri” binaan dr. Arry, kini sebagian sudah selesai studi hingga pascasarjana. “Mereka merasakan ketegasannya dan sekaligus kepedulian serta kelembutan hatinya. Kami tidak akan pernah melupakan dr. Arnold.”

“Pada tahun 2017, dr. Arry sudah membeli tiket konser. Tetapi karena bentrok dengan latihan paduan suara, dia lebih memilih paduan suara daripada menikmati konser itu,” kenang Yamin Amadi anggota PS Nafiri GBI Grogol Jakarta.

Mantan Ketua Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang Pdt. Stefanus Priyantoro juga mengungkapkan, dr. Arry berdedikasi dalam pelayanan kemanusiaan dan terutama keselamatan jiwa mereka. Ketika tim pelayanan dari STBI berkunjung ke RS Baptis Kediri, dr. Arry melayani dengan ramah.

“Dokter Arnold itu punya kerinduan besar supaya pelayanan medis Baptis terus berkembang. Dia merasa, RS Baptis Kediri adalah rumah dia,” ujar Pdt. Ronny Serworwora.

Dilanjutkannya, “Sebagai dokter dan seorang anak mungkin kebahagiaan yang dia alami adalah ketika memberikan resusitasi terakhir kepada Mami sebelum beliau dipanggil Tuhan pada tahun 2011. Arry juga yang diizinkan untuk memberikan resusitasi terakhir kepada Papi sebelum beliau dipanggil Tuhan pada tahun 2014. Saat ini dia menikmati perjamuan indah bersama dengan Tuhan Yesus dan kedua orang tuanya di surga yang permai.”

Sekarang dokter itu sudah beristirahat bersama dengan Sang Tabib Agung. Pemimpin paduan suara itu sudah menyanyi bersama ribuan malaikat di surga. Selamat jalan Dokter, selamat beristirahat dalam damai.

 

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here