YRSBI: “MEMAHAMI HERPES, HANTU BAGI DUA PER TIGA PENDUDUK BUMI”

0
736

Meski kalah tenar dengan hipertensi atau gagal jantung, herpes tak pernah pilih-pilih korban, anak-anak maupun orang dewasa. Jumlah korban ini pun bikini geleng-geleng kepala.

Menurut laporan penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikutip https://lifestyle.kompas.com, ada 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun terinfeksi virus herpes simpleks tipe 1 (HSV 1). Selain itu, sekitar 417 juta orang di seluruh dunia usia 15-49 terinfeksi virus herpes simpleks tipe 2 (HSV 2). Sementara sekitar 140 juta orang dewasa lainnya mengalami infeksi genital HSV 1. Artinya, herpes menyerang hampir dua per tiga penduduk dunia!

Sedangkan data yang dihimpun kelompok Studi Herpes Indonesia pada tahun 2011-2013 (https://lifestyle.bisnis.com) menyatakan, 2.232 kasus herpes zoster telah ditemukan pada 13 rumah sakit pendidikan. Kelompok studi tersebut mencatat, 806 kasus atau 37,95 persen kasus terjadi pada orang berusia 46 tahun – 64 tahun.

Apakah Penyakit Herpes Itu?

Konon, herpes bisa menyebabkn kematian jika radang pada kulit lalu melingkar sampai bertemu di satu titik. Benarkah begitu?

“Hal itu terjadi pada penderita herpes zoster yang daya tahan tubuhnya sangat buruk. Misalnya pada penderita kencing manis, usia lanjut atau penderita HIV/AIDS,” ujar Direktur Rumah Sakit (RS) Baptis Batu, Jawa Timur, dr. Dolly Irbantoro.

Pria kalem suami Selviana ini melanjutkan, herpes adalah penyakit pada kulit dan kelamin yang ditularkan virus herpes dan virus varicella-zoster. Gejala herpes mirip dengan penyakit cacar air atau penyakit kulit lainnya. Salah satu tandanya adalah munculnya bintik merah pada kulit.

Dikutip dari https://doktersehat.com, herpes adalah penyakit radang kulit yang ditandai dengan gelembung-gelembung yang berisi air secara berkelompok pada bagian tubuh. Pertama kali terinfeksi virus varicella-zoster, penderita akan mengalami cacar air. Namun setelah penderitanya sembuh, virus ini masih bisa tinggal dan bersembunyi pada sel-sel saraf. Ketika daya tahan tubuh merosot, virus yang tinggal akan menyerang lagi. Inilah yang disebut herpes zoster. Tetapi jika daya tahan tubuh seseorang bagus, ia takkan terkena herpes jenis ini.

www.perdoski.id

Cacar air berbeda dengan herpes zoster. Cacar air bisa muncul dan menyebar di berbagai bagian tubuh sedangkan herpes hanya akan muncul memanjang di bagian tubuh tertentu. Selain itu cacar air menular melalui udara (ketika penderitanya batuk, bersin, atau bernapas) maupun sentuhan. Sedangkan herpes zoster tidak menular, namun virus varicella-zoster tersebut mungkin menyebar melalui kontak dengan bagian kulit yang sakit atau penggunaan benda-benda yang tercemar virus tersebut.

Ada berbagai jenis herpes namun hanya dua yakni umum dijumpai, yakni herpes simplex dan herpes zoster.

Herpes simplex terbagi menjadi dua tipe:

  • Tipe satu

Herpes simplex virus tipe satu (HSV 1) terjadi pada bagian pinggang ke atas, tersering di sekitar mulut. Infeksi HSV 1 berupa herpes di leher, herpes mirip sariawan di mulut, dan ruam lepuh lainnya. HSV 1 bisa diobati tetapi tidak akan sembuh total. Sewaktu-waktu daya tahan tubuh lemah, ia bisa muncul lagi.

  • Tipe dua

Herpes simplex virus tipe dua (HSV 2) terjadi di sekitar kelamin. Virus ini menyerang bagian pinggang ke bawah, biasanya di bagian kelamin sehingga biasa disebut herpes genitalis. Penularan HSV-2 bukan melalui udara melainkan melalui hubungan seks. Pada laki-laki, herpes ini bisa terlihat tetapi tidak pada perempuan.

 Sementara herpes zoster terjadi di semua bagian tubuh tetapi hanya pada satu sisi tubuh, kiri atau kanan saja. Herpes zoster memiliki ciri cacar air dengan gelembung yang lebih besar dan berkelompok pada bagian tertentu di badan (bisa di bagian punggung, dahi atau dada).

hellosehat.com

Apa Penyebab Herpes?

“Penyebab herpes simplex berkaitan erat dengan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan tubuh prima, virus herpes akan ‘berdiam’ dalam tubuh dan tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Namun jika daya tahan tubuh merosot, virus herpes akan menyebabkan luka seperti merah, gatal, dan berair,” ujar dr. Dolly.

Ayah dua anak ini meneruskan, “Sementara herpes zoster, penyebabnya adalah virus varicella, yaitu virus yang menyebabkan cacar air. Bila seseorang belum pernah terkena cacar air, maka yang timbul adalah cacar air lebih dulu. Tetapi bila seseorang itu sudah pernah terkena cacar air, maka bisa timbul herpes zoster ini.”

Bila diserang herpes, seseorang akan merasakan sejumlah gejala, misalnya:

  • Ruam kemerahan dan berisi cairan
  • Rasa nyeri. Rasa nyeri ini bisa bervariasi dari gatal, panas hingga nyeri yang sangat (Jawa: cekot-cekot).
  • Pada herpes simplex terjadi di lokasi sekitar mulut (HSV 1) dansekitar kelamin (HSV 2).
  • Herpes zoster bisa terjadi di seluruh bagian tubuh terutama antara pinggang dan leher, dengan ciri khas terjadi pada satu sisi tubuh (kiri atau kanan).

Ciri-ciri yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam, menggigil, sesak napas, serta nyeri di persendian dan beberapa lainnya.

Komplikasi Akibat Herpes

Komplikasi dari herpes ini adalah infeksi sekunder karena bakteri, yang ditandai timbulnya nanah pada ruam yang berair tersebut. Ini bisa menimbulkan bekas yang relatif menetap pada kulit. Khusus untuk herpes zoster bisa menimbulkan nyeri yang menetap selama minimal enam bulan. Hal ini disebut neuralgia post herpeticum (NPH).

Dikutip dari https://www.alodokter.com/, komplikaasi yang diakibatkan herpes jarang terjadi namun berbahaya, seperti:

  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
  • Radang otak dan selaputnya.
  • Radang paru-paru.
  • Hepatitis (radang hati)
  • Esofagitis (radang kerongkongan)
  • Kematian jaringan retina mata.

Khusus herpes zoster, ia dapat menimbulkan komplikasi antara lain:

  • Post-herpetic neuralgia (nyeri yang masih dirasakan walaupun lesi pada kulit sudah hilang.
  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri dapat terjadi pada lokasi ruam akibat herpes, yang sering menimbulkan gejala seperti kulit kemerahan, pembengkakan dan hangat jika disentuh.
  • Nyeri dan ruam pada mata. Ruam akibat herpes zoster yang penjalarannya di sekitar mata dapat menginfeksi mata. Ruam di daerah ini membutuhkan terapi antivirus yang lebih lama dan berisiko menimbulkan kerusakan mata permanen.
  • Sindrom Ramsay-Hunt. Sindrom Ramsay-Hunt dapat terjadi sebagai komplikasi dari herpes zoster. Gejala Sindrom Ramsay-Hunt antara lain adalah kehilangan pendengaran, pusing, nyeri di salah satu telinga dan kehilangan kemampuan mengecap rasa pada lidah.

Jika wanita hamil menderita infeksi virus varicella-zoster, janin yang dikandungnya dapat mengalami kelainan bawaan, seperti:

  • Kelainan mata dan masalah penglihatan lainnya.
  • Disabilitas intelektual (retardasi mental).
  • Pertumbuhan yang lambat.
  • Kepala yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal.
id.wikihow.com

Bagaimana Pencegahan dan Pengobatan Herpes?

Kepada Juniati dari Suara Baptis, dr. Dolly menjelaskan bagaimana cara mencegah penyakit herpes, di antaranya:

  • Tidak berkontak dengan penderita herpes.
  • Tidak bergantian menggunakan barang seperti gelas, pakaian, handuk dan sebagainya.
  • Penderita yang tidak tahan dengan hawa dingin dianjurkan tidak mandi untuk menghindari syok.
  • Mencuci tangan secara rutin

Sedangkan untuk pengobatan herpes, terdapat obat-obatan antivirus yang dapat digunakan, yaitu acyclovir, valacyclovir dan famciclovir.

Untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan herpes, beberapa hal ini dapat dilakukan selama masa penyembuhan:

  • Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda nyeri.
  • Mandi dengan menggunakan air suam-suam kuku.
  • Kompres dengan air hangat atau air dingin pada kulit yang terkena.
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
  • Menggunakan pakaian longgar.
  • Menjaga area koreng tetap kering dan bersih.

Karena herpes ini berhubungan daya tahan tubuh seseorang maka mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat dan bugar merupakan salah satu cara mencegah tertular herpes. Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela-zoster.

INFO SEHAT HARI INI - Dampak Buruk Jarang Cuci Tangan Bagi Kesehatan, Termasuk Keracunan Makanan
jatim.tribunnews.com

Apakah penyakit ini menular?

Herpes merupakan penyakit menular. Herpes simplex ditularkan melalui hubungan seksual baik oral seks maupun genitalia seks. Sedangkan herpes zoster bisa ditularkan melalui kontak dengan bagian kulit yang sakit atau penggunaan benda-benda yang tercemar virus varicella-zoster. Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus ini jika.

  • Berusia di bawah 12 tahun.
  • Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
  • Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
  • Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
  • Tinggal bersama anak-anak.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Tetapi seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika.

  • Berusia 60 tahun ke atas.
  • Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
  • Sedang menjalani pengobatan yang dapat mempengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).
  • Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.

Setelah tahu bahaya herpes dan nyeri hebat yang ditimbulkannya, tentu kita tak ingin menjadi korbannya. Menjaga daya tahan tubuh dan pola hidup bertanggung jawab menjadi langkah utama untuk menghidari penyakit herpes.

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here