Yanto Sofyan, 5 Juli 1964 – 31 Oktober 2020 “ABAAAAH…. ABAH KE MANA?”

    0
    182

    Tak seorang pun dapat menentukan berapa lama ia akan hidup di dunia. Kematian dapat datang menjemput tanpa diduga, menjemput setiap orang dalam kondisi apa pun.

    Kabar berpulangnya Yanto Sofyan (56 tahun), salah satu karyawan Lembaga Literatur Baptis (LLB) Bandung, Sabtu 31 Oktober 2020 mengejutkan rekan-rekannya. Pasalnya, sehari sebelumnya Yanto tidak dapat bekerja karena sepeda motornya mogok, bukan karena sakit.

    Meninggalnya pria ramah dan rendah hati tersebut bahkan terbilang dramatis. Sabtu pagi Yanto masih mengangkut kelapa-kelapa muda menggunakan sepeda motor untuk dijual lagi di lokasi wisata Tangga Seribu, di lereng Gunung Manglayang. Sesudah tiga kali mengangkut kelapa muda, Abah, sapaan akrabnya, tidur siang di rumah di Kampung Cikoneng Babakan, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

    Karena kamar gelap akibat mati listrik, salah satu anak Yanto membangunkannya. Namun ayah sejumlah anak ini telah meninggal sekitar pukul 13:00. Tak pelak, berpulangnya yang mendadak ini menggemparkan keluarga dan seisi kampung. Tak mengherankan, ketika peti jenazah hendak diusung ke pemakaman pada Minggu pagi 1 November 2020, keluarga menangisinya.

    “Abaaaah…. Abah ke mana?” jerit Eneng, putri Yanto di belakang para pengusung peti jenazah.

    Pria kelahiran 5 Juli 1964 ini telah mengabdikan diri di LLB berpuluh tahun hingga akhirnya dipanggil Tuhan. Suasana duka pun terasa jelas di antara karyawan penerbit buku dan majalah di Jl. Tamansari 16 Bandung tersebut. Selama beberapa hari, sosok Abah menjadi bahan percakapan di sana.

    Di mata rekan-rekan kerjanya, Abah adalah sosok yang baik, ramah juga pekerja keras. Selama bekerja di bagian umum, Abah tak pernah mengeluh dalam melakukan perkerjaannya. Ia selalu rajin datang lebih awal, biasanya satu jam sebelum bel masuk berbunyi. Abah juga seringkali pulang lebih lambat dari karyawan lainnya. Bahkan bila terjadi situasi darurat seperti demonstrasi yang kerapkali terjadi di Jl. Tamansari atau berlangsung acara-acara khusus yang menyebabkan halaman parkir penuh sepeda motor, Abah akan menginap di LLB. Dialah yang berjaga hingga tengah malam di halaman parkir.

    Kepergiannya secara tiba-tiba meninggalkan kenangan mendalam di LLB. Kehilangan sosok baik tentu saja sangat terasa.

    Selamat jalan Abah, selamat beristrahat dalam damai sejahtera. Sifat baikmu selalu membekas di hati kami…

     

    Penulis: Juniati

    Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here