Serah Terima Jabatan Direktur Lembaga Literatur Baptis

0
263

Setiap kali perwakilan Lembaga Literatur Baptis (LLB) datang di sebuah acara, orang-orang Baptis tahu, peristiwa tersebut akan segera dipublikasikan, demikian Ketua Pengurus Yayasan Baptis Indonesia (YBI) Edi Krisharyanto mengawali upacara serah terima jabatan dan pelantikan direktur baru LLB, Sabtu 11 Januari 2020. Dalam upacara sederhana di Gedung Baptis Jl. R.P. Soeroso No. 5 Jakarta Pusat tersebut, Direktur LLB 2015 – 2019 Prisetyadi Teguh Wibowo digantikan Daniel Kusmara, Direktur LLB 2020 – 2023.

Mewakili YBI, Edi menyampaikan penghargaan kepada Prisetyadi. “Pak Pris, terima kasih, Saudara sudah menjalani tugas yang sangat baik dalam pelayanan ini sebagai direktur, dan sudah menghasilkan hal-hal yang positif. Semasa Anda menjadi direktur, ada satu unit (pelayanan baru yang didirikan), itu menjadi pendukung (LLB) yaitu food court. Dan ini yang membuat satu promosi, memperkenalkan kepada orang luar bahwa di situ ada LLB. Atas nama Pengurus YBI dan umat (Baptis), terima kasih atas pelayanannya.”

Kepada Daniel Kusmara, Edi menyampaikan sejumlah pesan. Salah satunya supaya majalah Suara Baptis (SB) sebagai salah satu unit pelayanan LLB, meminimalkan berita-berita yang tidak menyenangkan. “Berita yang baik dan menjadi publikasi pelayanan, ini (yang) harus menjadi ciri khas Suara Baptis,” ujarnya.

Anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Pengharapan Surabaya ini menambahkan, sebagai media massa yang menjembatani dan menjadi jendela kegiatan umat Baptis, berita-berita dalam SB perlu edukatif dan meningkatkan keimanan.

Selain itu, Edi juga meminta LLB menjaga kualitas buku-buku Sekolah Minggu (SM) dan buku rohani yang diterbitkan. Pria berpembawaan tenang ini menyinggung adanya beberapa gereja Baptis yang tidak menggunakan buku SM terbitan LLB. “Ini menjadi koreksi bagi LLB untuk menghadirkan buku Sekolah Minggu yang terbaik. Demikian juga dalam penerjemahan buku (rohani), pilihlah buku-buku yang tentunya cocok dan memberikan pertumbuhan rohani umat Baptis.”

Kepada Kikie dari SB, Edi meminta direktur baru LLB melakukan pendekatan kepada gereja-gereja atau orang-orang berpengaruh dalam membuat buku SM. Ia juga ingin supaya pembuatan buku SM dibicarakan secara nasional karena berkaitan dengan visi dan misi Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI).

“Menjadi tantangan buat LLB untuk menangkap apa yang menjadi kebutuhan gereja dalam keimanan atau pengenalan terhadap Tuhan,” kata Edi.

Sementara itu, Daniel Kusmara mengaku senang dan bersyukur karena Tuhan memanggilnya melayani di LLB. Ia merasa bukan suatu kebetulan telah menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Bandung (STTBB) dan pensiun dari tempat kerjanya di sebuah perusahaan elpiji (LPG). Daniel merasa, ini semua sudah diatur Tuhan.

Anggota Gereja Baptis (GB) Pertama Bandung ini mengutarakan rencana kerjanya, “Untuk awal-awal ini, saya akan melakukan orientasi LLB secara keseluruhan. Saya perlu mengenal dan memahami budaya juga aturan yang ada di LLB. Berikutnya, saya akan melakukan evaluasi semua yang sudah berjalan, bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki atau diubah. Ketiga, saya ingin dan pasti mengembangkan LLB dengan sumber daya manusia dan sumber daya fasilitas yang ada.”

Menanggapi sambutan Edi Krisharyanto, suami Shirley Wahadama Putera ini setuju dengan istilah “menjembatani”. “Saya setuju dengan kata kunci ‘menjembatani’. SB akan menjadi jembatan bagi gereja dan umat Baptis seluruh Indonesia, menjadi media dengan berita-berita yang pasti.  Membangun kerohanian umat seluruh Indonesia dan menjadi sarana komunikasi umat.”

Daniel menilai, materi SM sudah semakin baik dan sangat menolong gereja serta umat Baptis. Kalaupun ada gereja yang menggunakan materi sendiri, ini menjadi target LLB supaya mereka kembali menggunakan buku SM LLB.

“Memang menjadi pemikiran dan usaha tim SM untuk menjaga bahkan meningkatkan mutu materi SM LLB,” ujar ayah seorang putri ini.

Pada hari kerja pertama LLB Januari 2019 lalu, Prisetyadi Teguh Wibowo mengumumkan kepada karyawan soal dirinya yang telah meminta YBI menyiapkan direktur baru tahun 2020. Anggota GBI Baitlahim Bandung ini mengungkapkan perlunya mendorong kemunculan para pemimpin baru demi perkembangan LLB.

Selain itu, Pris mengungkapkan adanya krisis di beberapa bagian yang perlu penanganan segera. Misalnya, unit buku rohani tak lagi punya redaktur sejak tahun 2011 lalu. Berikutnya, unit buku SM yang hanya punya dua redaktur, serta belum adanya jurnalis dan redaktur majalah SB yang memiliki keahlian sesuai bidangnya. Akibatnya, selama menjadi Direktur LLB tahun 2015 lalu, Prisetyadi harus juga merangkap tugas redaktur buku rohani, wartawan, dan redaktur SB. Dengan berbagai tugas tersebut, pelatihan jurnalistik dan penyuntingan untuk karyawan baru di LLB, menjadi tidak maksimal.

“Penulisan dan penyuntingan adalah sebuah keahlian yang harus dipelajari secara khusus. Juga perlu waktu lama untuk benar-benar menguasainya. Pilihan yang paling logis adalah saya turun posisi menjadi pemimpin redaksi atau setingkat manajer. Dengan adanya direktur baru, maka saya akan dapat melatih orang-orang baru yang direkrut menjadi redaktur SM, SB dan buku rohani. Dengan begitu, dapat terjadi regenerasi,” ujar Prisetyadi.

Tahun 2019 lalu, Prisetyadi telah membuat rencana perekrutan enam calon redaktur di ketiga unit di atas. Pris berharap, program tersebut dapat terwujud tahun ini.

 Penulis: Kikie

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here