Renungan Harian, Senin 25 Februari 2019, 1 Petrus 4:12-19 “SALAH DUGA”

0
112
https://www.idntimes.com

Seorang anak bermain perahu di tepi sebuah danau. Anak itu selalu mengawasi perahunya dan menjaga agar tidak bergerak jauh dari jangkauannya. Setiap kali perahu itu bergerak menjauhi, anak itu menariknya kembali. Suatu saat anak itu tidak lagi memperhatikan, dan perahu bergerak ke tengah, sehingga anak itu tidak dapat menjangkaunya lagi.

Tidak lama kemudian kakaknya datang dan mulai melemparkan batu ke arah sekeliling perahu, anak itu malah menangis. “kamu nakal. Perahuku jadi tambah jauh ke tengah”.

Lalu ibunya datang dan menegur si kakak, karena dia yang menjadikan perahu adiknya bertambah jauh ke tengah danau.  

Sang kakak berusaha menjelaskan, tetapi tidak diberi kesempatan oleh mereka, sehingga ia terus melempar batu sekeliling perahu itu. Tidak lama kemudian, baik ibu maupun anak itu sadar, bahwa perahu mainan itu semakin mendekat ke arah mereka. Mula-mula mereka menyangka, kakak itu melakukan perbuatan yang salah, ternyata menghasilkan yang baik.

Kadang-kadang hal semacam itu terjadi dalam hidup kita. Dan kita tidak mengerti. Lalu kita berkata, “mengapa ini terjadi!” bagaimana Tuhan membiarkan sesuatu terjadi atas kita?” Untuk waktu yang cukup lama segalanya berjalan tidak menyenangkan. Tetapi pada akhirnya Tuhan menyatakan kepada kita maksud-Nya yang paling indah. Mintalah Tuhan memberi kekuatan dan kesabaran untuk menanggungnya. Perkara yang Tuhan buat itu pasti selalu baik bagi kita.

Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. (1 Petrus 4:12)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here