Renungan Harian, Senin 22 April 2019; Daniel 1:1-21 “KE MANA SAUDARA BERSANDAR”

0
131
http://putudema.blogspot.com

Ada sebuah cerita mengenai sebuah pohon yang tumbuh di sisi kolam. Kolam itu terletak di sebelah kanan pohon. Jadi dahan-dahan pohon itu juga condong ke sebelah kanan. Pemilik pohon itu ingin agar pohonnya condong kerah lain. Ia sudah berusaha berkali-kali, dengan berbagai-bagai cara. Tetapi lagi-lagi, pohonnya condong kearah air.

Sesudah berpikir lama, pemilik pohon itu kemudian memutuskan; daripada memaksa si pohon mengubah arah, lebih baik membuat kolam disebelahnya. Memang, cara itulah yang benar, dan pada akhirnya pohon itu condong kearah yang diingini si pemilik.

Hati manusia cenderung condong ke arah keduniawian. Tetapi, jika Kristus sudah ada dalam hati kita, tentu kita punya kerinduan akan hal-hal surgawi. Firman Tuhan seharusnya menarik kencenderungan kita dari hal-hal duniawi kepada hal-hal yang berasal dari Tuhan. Condong kearah manakah hidup kita sekarang ini?

Tempat tinggal kita sekarang memang di bumi. Tetapi itu bukanlah alasan bagi kita untuk hidup seolah-olah akan terus tinggl di dunia ini. Rumah kita yang sebenarnya ada di surga. Di sini kita bagaikan musafir. Dunia ini hanyalah tempat tinggal kita sementara. Jadi seharusnya hidup kita sekarang ini diarahkan pada rumah surgawi, pada jalan yang menuju kesana. Kita ada di dunia tetapi kita tidak harus hanyut dalam arus dunia. Kita harus berjalan ke arah yang berlawanan dengan arus dunia ini.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan, manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma:12:2)

Jendela Pagi, Lembaga Litertur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here