Renungan Harian, Senin 18 Maret 2019, Yesaya 1:16-20 “JAM YANG TERLAMBAT”

0
69

https://www.elektronikgadget.com

Untuk kedua kalinya Dani terlambat tiba di sekolah. “Saya tidak tahu, kenapa saya terlambat,” kata Dani kepada gurunya. “Sebelum berangkat, saya sudah melihat jam di ruang tamu dan rasanya saya tidak akan terlambat.”

“Kalau begitu, periksalah jam di rumahmu itu, mungkin terlambat,” ujar Bu guru.

Malamnya, Dani bertanya kepada ibunya, “Bu, apa jam kita rusak?”

Ibu melihat jam itu.

“wah, jam ini terlambat”, jawab ibu. “Sekrang sudah jam 7, tapi jam itu baru menunjukkan pukul 6.45.”

Keesokan harinya jam itu dibawah ke tukang jam.

“Pantas terlambat”, tukang jam itu menjelaskan. “Jam ini kotor sekali. Harus dibersihkan dan disetel lagi. Tanpa dibersihkan dan disetel  lagi, tidak dapat menunjukkan waktu yang tepat.”

Sebagaimana halnya jam yang terlambat karena kotoran-kotoran yang melekat padanya. Demikianlah juga dengan kehidupan kita apabilah sudah tercemar dengan hal-hal yang tidak baik.

Pada waktu-waktu tertentu, orang Kristen perlu dibersihkan dan disetel juga. Karena banyak orang Kristen membiarkan dosa melekat dalam hidupnya. Mereka tidak minta Yesus mengampuni dosa-dosa mereka. Tidak lama kemudian, mereka tidak peduli lagi, apakah mereka berdosa atau tidak. Lalu hidup mereka akan menjadi kotor dan akhirnya tidak berguna lagi bagi Yesus.

Jangan biarkan dosa melekat dalam hidup kita. Segeralah meminta Yesus menghapus dengan darah-Nya yang kudus, sehingga hidup kita jadi bersih dan baik. Dengan demikian kita dapat kembali dipakai sebagai “jam” yang berguna bagi sesama.

“Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.” (Mazmur 51:4)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here