Renungan Harian, Senin 18 Februari 2019, Mazmur 1:1-6 “PERTUNJUKAN AKHIR”

0
50
https://www.google.com

Seorang pemain sirkus memasuki hutan untuk mencari anak ular yang akan dilatih untuk bermain sirkus. Beberapa hari kemudian, ia menemukan beberapa anak ular dan mulai melatihnya. Mula-mula anak ulat itu dibelitkan pada kakinya. Setelah ular itu menjadi besar dilatih untuk melakukan permainan yang lebih berbahaya, diantaranya membelit tubuh pelatihnya.

Sesudah berhasil melatih ular itu dengan baik, pemain sirkus itu mulai mengadakan pertunjukan untuk umum. Hari demi hari jumlah penontonnya semakin banyak. Uang yang diterimanya semakin besar.

Suatu hari, permainan segera dimulai. Aktraksi demi aktraksi silih berganti. Semua penonton tak berhenti bertepuk tangan menyambut setiap pertunjukan.

Akhirnya, tibalah acara yang mendebarkan, yaitu permainan ular. Pemain sirkus memerintahkan ular itu untuk membelit tubuhnya. Seperti biasa, ular itu melakukan apa yang diperintahkan. Iya mulai melilitkan tubuhnya sedikit-demi sedikit pada tubuh tuannya, makin lama makin keras lilitannya. Pemain sirkus kesakitan. Oleh kareena itu ia lalu memerintahkan agar ular itu melepaskan lilitannya, tetapi ia tidak taat. Sebaliknya ia semakin liar dan lilitannya semakin kuat. Para penonton menjadi panik, ketika jeritan yang sangat memilukan terdengar dari pemain sirkus itu, dan akhirnya iya terkulai mati.

Kadang-kadang dosa terlihat tidak membahayakan. Kita merasa tidak terganggu dan dapat mengendalikannya. Bahkan kita merasa bahwa kita sudah terlatih untuk mengatasinya. Tetapi pada kenyataannya apabilah dosa itu telah mulai melilit hidup kita, sukar dapat melepaskan diri dari padanya.

“Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah”. (Markus 14:38)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here