Renungan Harian, Selasa 23 April 2019; Mazmur 125 “LAMPU LALU LINTAS YANG BERWARNA MERAH”

0
93
https://clipart.wpblink.com

Tono hampir terlambat masuk sekolah. Karena itu, ibunya segera mengantar dia dengan sepeda motor. Di perempatan jalan, lampu lalu lintas menyalah merah. Ibunya berhenti. Tono menengok ke kanan dan ke kiri.

“Bu, terus jalan,” katanya. “Tidak ada kendaraan lain menuju kesini.”

“Tidak Tono,” kata ibunya. “sudah jadi peraturan, jika lampu berwarna merah, kita harus berhenti.”

“Tapi nggak ada polisi yang melihat kita, Bu. Di samping tidak ada kendaraan lain menuju kesini, dan saya hampir terlambat, Bu.” kata Tono lagi.

Tetapi ibunya tetap menunggu. Tidak lama kemudian lampu itu menyala kuning.

“Nah, sekarang jalan, Bu.” kata Tono tidak sabar.

“Belum,” kata ibunya. “Lampu hijau itu belum menyala. Kita tidak boleh melanggar peraturan.”

“Tetapi kan sudah hampir hijau, Bu,” bantah Tono.

Pada saat itu lampu hijau menyala, dan keduanya meneruskan perjalanan. “Jika kita berjalan terus waktu lampu menyala merah dan kuning, itu berarti kita melanggar peraturan. Mungkin kita akan ditangkap polisi.” ibunya Tono menerangkan.

Sebenarnya Tono tidak sungguh-sungguh menyuruh ibunya melanggar peraturan. Itu hanya karena dia hampir terlambat.

Tuhan sering memberitahu kita baik melalui Firman-Nya maupun dengan berbagai cara peringatan lainnya juga. Hanya saja, kadang-kadang kita terlalu sibuk atau bahkan kita tidak mau tahu dengan peringatan-Nya, sehingga kita tidak mematuhi-Nya.

“Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” (Yesaya 55:3)

Jendela Pagi, Lambaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here