Renungan Harian, Selasa 2 April 2019, 1 Samuel 10:17-19 “PENGAMPUNAN YANG DITOLAK”

0
109

Ada seorang penjahat tertangkap karena sedang merampok dan membunuh. Orang itu kemudian diadili dan dijatuhi hukuman mati. Dalam masa penantian itu ia mengajukan permohonan grasi kepada presiden. Untunglah presiden memberi surat pengampunan bagi terhukum itu dan mengirimkannya ke penjara. Namun banyak orang menjadi heran. Si terhukum menolak surat pengampunan yang diberikan kepadanya.

Ketika hari pelaksanaan hukuman makin mendekat, orang mulai bertanya-tanya, apakah perampok itu bebas atau dihukum. Presiden sendiri menyerahkan soal itu kepada pengadilan tinggi. Sesudah pengadilan tinggi mempertimbangkannya, mereka mengumumkan bahwa: memang surat pengampunan itu hanyalah secarik kertas. Jika itu tidak diterima sebagi pengampunan, kertas itu tidak berguna. Jadi terhukum harus tetap menjalani hukumannya.


https://pemuda.stemi.id

Keselamatan dari Tuhan ditawarkan secara cuma-cuma kepada setiap orang yang mau menerimanya. Yesus Kristus sudah mengorbankan hidup-Nya untuk semua orang. Tetapi, jika orang-orang menolak pengampunan yang ditawarkan Yesus bagi dosa-dosa mereka, rencana keselamatan itu memang tidak berguna apa-apa bagi mereka.

Sebaliknya, apabila kita dengan segenap hati menerima Yesus Kristus yang telah berkorban dengan menumpahkan darah-Nya sendiri untuk menebus dosa-dosa kita, dan Allah telah berkenan menerima kurban-Nya, maka kita akan selamat dari hukuman murka Allah yang akan datang.

“Karena apakah yang dapat diberikan sebagai ganti nyawanya? sebab barang siapa malu karena aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, anak manusia pun akan malu karena orang itu, apabila ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” (Markus 8:37-38)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here