Renungan Harian, Selasa 19 Maret 2019, Yesaya 59:1-4 “BAIK ATAU BURUKKAH HUBUNGAN SAUDARA?”

0
86
https://unst0p4bl3.wordpress.com

Ibu sedang menelpon ke kota lain yang jauh. Tetapi ibu tidak dapat mendengar suara lawan bicaranya dengan jelas. Ada banyak gangguan suara dalam telepon itu, sehingga menyebabkan suara lawan bicara dalam telepon menjadi tidak jelas.

Ibu lalu meminta operator agar menolong membersihkan lin itu, agar ibu dapat mendengar suara lawan bicaranya dengan jelas.

“Tunggu sebentar,” jawab operator telepon.

Ibu menunggu beberapa saat. Tidak lama kemudian, operator itu memberitahukan bahwa ia sudah membersihkan lin-nya.

“silahkan pakai lagi dan saya jamin suaranya dapat terdengar dengan jelas,” jawab opertor telepon itu. “sekarang ibu dapat mendengar dengan jelas.”

Ketika kita berdoa, sesungguhnya kita sendiri sedang menelpon Tuhan. Beberapa orang Kristen menamakan doa adalah Telepon Agung. Mereka menamakannya demikian sebab ketika kita berdoa, kita sedang berbicara dengan raja atas segala raja, Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita dapat berbicara kepada Tuhan Yesus setiap saat, tetapi apabila ada dosa dalam hidup kita, maka hubungan kita dengan Tuhan terganggu.  Dosa merusak hubungan kita. Mungkin kita merasa, bahwa tidak ada yang tahu perbuatan kita. Tetapi Allah tahu segala keadaan hidup kita. Segala perbuatan jahat adalah dosa.

Kita harus memohon keampunan atas dosa kita, agar tidak ada hambatn yang mengganggu hubungan kita dengan Allah.

“Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia.” (Daniel 9:9)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here