Renungan Harian, Rabu 27 Maret 2019, Yohanes 11:15-29 “HANYA SATU POKOK”

0
109
http://berita.dreamers.id

Seorang utusan Injil yang sudah lanjut usia, melayani sebuah gereja di desa. Ia memperhatikan seorang pengunjung gereja yang telah tiga kali hadir dengan setia. Pada akhir kebaktian, tamu itu sempat bercakap-cakap sebentar dengan utusan Injil itu.

“Saya telah menghadiri kebaktian di gereja ini selama tiga minggu,” kata tamu itu. “Dan pendeta berkhotbah dengan pokok yang sama pada setiap Minggu. Mengapa pendeta tidak berkhotbah dengan pokok yang lain?”

Utusan Injil itu heran mendengar pernyataan tamunya. Ia sendiri merasa tidak berkhotbah dengan pokok yang sama.

“Apa pokok yang sama yang telah saya khotbahkan itu?” tanya utusan Injil

“Yesus Kristus!” jawab tamunya.

Utusan Injil itu berdoa dalam hatinya , agar Tuhan memberikan kata-kata yang tepat sebagai jawaban.

“Bolehkah saya bertanya, apa yang Saudara makan hari ini?” tanya utusan Injil itu.

“Saya makan nasi,” jawabnya. dan apa yang Saudara makan kemarin.” “Nasi juga,” jawabnya lagi.

“Dan apa yang akan Saudara makan besok?” tanya utusan Injil itu lagi. sekali lagi tamu itu menjawab nasi.

utusan Injil bertanya lagi, “mengapa Saudara tidak mengganti nasi dengan makanan lain?”

“Tidak bisa pendeta,” jawab tamu itu dengan persaan tidak senang. “Nasi itukan makan pokok.”

Utusan Injil itu berkata, “nah, sayapun selalu berkhotbah tentang Yesus Kristus, karena Dialah kekuatan saya.”

Bagaimana dengan kita? apakah Kristus merupakan segala-galanya bagi hidup kita?

“Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here