Renungan Harian, Rabu 24 April 2019; Ibrani 4:1-10 “TUHAN MENJANJIKAN PERHENTIAN”

0
122
http://radiosuska.com

Tomi dan temannya Beno serta orang tua mereka berlibur dan berkemah di daerah pegunungan. Pada suatu sore, keduanya jalan-jalan lagi di hutan. Mereka berjalan agak lama. Ketika hari hampir gelap, Toni berkata “Orang tua kita pasti mengkhawatirkan kita. Mari kita kembali.”

Mereka berjalan kembali ke kemah mereka. Tetapi walaupun keduanya sudah lama berjalan, kemah mereka belum kelihatan juga. Beno menjadi takut.

“Aku tak kuat lagi berjalan Tom, ” katanya. “Gelap sekali. Sukar mencari jalan, dan kakiku rasanya tak dapat digerakkan lagi.”

“Mari terus berjalan Ben, ” kata Tomi memberi semangat. “Bayangkan saja betapa gembiranya jika kita sudah sampai nanti. Orang tua kita pasti sangat senang. Ibuku barangkali sudah menggorengkan ayam yang lezat untuk makan malam kita. Ayolah, kita berangkat lagi.”

Dengan dorongan semangat yang dikobarkan Tomi, mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka melihat cahaya lampu kemah mereka. Ketika mereka berjalan mendekat, harumnya masakan yang dimasak ibu mereka sudah tercium. Begitu mereka melangkahkan kaki mereka ke kemah, mereka dipeluk dan diciumi orang tua mereka. Alangkah senangnya tiba kembali di kemah.

Kadang-kadang hidup kita menjadi begitu sukar. Tidak jarang kita dicobai untuk berhenti saja. Namun, kita harus tetap melayani Tuhan dalam segala kesukaran kita, karena Tuhan Allah menjanjikan kepada anak-anaknya suatu perhentian di rumah Bapa, surga yang kekal.

“Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang diantara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk keperhentian-Nya masih berlaku.” (Ibrani 4:1)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here