Renungan Harian, Rabu 10 April 2018; Matius 5:13-15 “TERANGNYA SINAR”

0
103

Ada banyak macam sinar yang terangnya berbeda-beda. Sebatang korek api hanya menerangi daerah yang sempit saja. Sinar lilin lebih terang sedikit. Sebuah lampu dapat membuat sebuah ruangan menjadi terang. Sinar lampu senter dapat terlihat dari jauh. Semuanya disebut sinar, tetapi terangnya berbeda-beda.


http://likalikusilika.blogspot.com

Waktu kita mula-mula diselamatkan, Tuhan tidak mengharapkan kita tahu semua Firman dan kehendak-Nya. Kita hanya mengenal sedikit saja dari terang Firman Tuhan. Mungkin kita hanya mengerti bahwa kita akan binasa karena dosa; perlu diselamatkan; perlu mengakui Yesus sebagai juruselamat pribadi kita. Terang yang kita miliki pada saat itu mungkin dapat diumpamakan seperti sebatang korek api.

https://www.kompasiana.com

Beberapa waktu kemudian, hati kita lebih haus akan Firman Tuhan. Sekarang kita ada pada tingkat “sinar sebatang lilin”. Pada tingkat ini seorang Kristen perlu bersekutu dengan Tuhan dan menyinarkan kasih-Nya.

https://journal.sociolla.com

Lalu kita naik setingkat lagi. Kita menjadi seperti sebuah lampu. Kita rindu menjadi saksi Yesus; dan Tuhan mulai memberi kita kesempatan memimpin orang kepada Yesus.

Jika kita terus berusaha mengenali Tuhan melalui Firman-Nya, kita mulai prihatin terhadap orang-orang yang belum mengenal Yesus. Kita berusaha lebih keras mengenalkan Tuhan kepada mereka. Mungkin kita dapat dikatakan sama dengan lampu senter.

Ada orang Kristen yang memakai banyak waktunya untuk berdoa. Kebutuhan rohani orang lain menjadi perhatian utamanya; bersaksi tanpa pamrih dan dapat menikmati Firman Tuhan setiap hari.

Jadilah terang sedapat yang kita lakukan, agar orang lain menerima terang-Nya.

“Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.” (Mazmur 37:6)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here