Renungan Harian, Kamis 4 April 2018, Lukas 9:37-43 “ALLAH YANG KUAT”

0
89
https://www.suara.com

Puluhan tahun yang lalu, beberapa Utusan Injil tiba di kepulauan Fiji untuk penginjilan daerah itu. Sesudah mereka bekerja keras bersaksi tentang Tuhan Yesus sebagai juruselamat bagi penduduk asli di sana, akhirnya ada satu orang yang bertobat. Utusan Injil membimbing orang ini, mengajarkan tentang Tuhan Yesus, sehingga ia bertumbuh dalam kehidupan Krissten.

Suatu hari jiwa para Utusan Injil itu terancam. Mereka akan dibunuh oleh penduduk asli yang sedang marah. Keluarga Utusan Injil itu mula-mula agak takut . Mereka takut karena tidak tahu bagaimana membela diri dan juga mereka yang akan membunuh Utusan Injil itu sangat banyak.

Seorang Utusan Injil berkata kepada isterinya, “yang dapat kita lakukan sekarang adalah berdoa”.

Segera mereka berlutut lalu berdoa memohon agar Tuhan melindungi mereka. Sesudah berdoa , mereka sangat heran. Para penyerang yang marah itu telah pergi. Utusan Injil itupun pergi kerumah orang Kristen yang telah mereka pimpin kepada Kristus, ingin tahu apa yang telah terjadi.

“Mereka bertanya kepada saya, apa yang sedang Saudara lakukan, dan saya katakan kepada mereka bahwa Saudara sedang berdoa kepada Tuhan,” kata orang Kristen itu. “Mereka tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat kuat, karena itu mereka takut, lalu pulang.”

Sering kali orang-orang yang memusuhi kita lebih sadar dari pada kita, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahakuasa. sering kali sikap kita seolah-olah Tuhan itu tidak berdaya. Kita mencoba menangani dan melawan musuh yang menyerang kekuatan kita dengan kekuatan kita sendiri.

Tuhan Yesus menyertai kita. Ia berjanji akan berperang bagi kita. Mengapa kita mau berperang sendirian?

“Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya. Untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya (Mazmur 106:8)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here