Renungan Harian, Kamis 25 April 2018; Matius 5:13-20 “TERANG DI ATAS BUKIT”

0
76

https://dianalvaro.wordpress.com

Malam itu langit begitu gelap, dan air laut tampak hitam. Tiba-tiba …

“Itu tuh, Pak di sana!” Joni menunjuk kesebuah titik cahaya sambil menggigil kedinginan. Ayahnya segera memperhatikan titik yang ditunjukkan Joni, yang lalu mengarahkan perahu mereka ke sorotan cahaya yang kelihatan itu. Tidak lama kemudian, seluruh keluarga tiba dengan selamat di tepi pantai. Pagi harinya, mereka mengunjungi rumah tua yang kecil di atas bukit pasir di pantai.

“Kami bersyukur kepada Tuhan, karena ada cahaya terang yang terlihat dari jendela ibu,” kata ayah Joni kepada janda tua yang tinggal di rumah itu. “Terang itu sajalah yang dapat kami lihat. Kabut yang tebat menutupi pandangan, sehingga tak dapat melihat pantai.”

“Saya tahu,” kata ibu tua itu. “Badri, suamiku pun, tersesat dalam kabut demikian. Malam itu, tak ada cahaya yang dapat membimbingnya, dan ia pun kehilangan jalan.” Ibu tua itu mengungkap kenangan masa lalunya. “Karena itu, selama saya hidup, terang di jendela rumahku akan selalu bercahaya.”

Terang dapat menuntun kita menuju kesuatu arah, dapat menerangi jalan kita dari satu tempat ketempat lain, dan dapat melenyapkan kegelapan dn kesuraman. Terang memperpanjang hari kita, karena tanpa terang, kita harus beristirahat pada waktu matahari terbenam, kita tidak dapat berbuat apa-apa karena tidak daapat melihat sampai pada waktu fajar. Oleh karena itu kita menempatkan terang di mana sinarnya dapat dilihat paling jauh dan paling terang.

Yesus mengharapkan agar pengikut-pengikut-Nya menjadi terang yang dapat menuntun dan dapat menerangi jalan yang benar kepada sesamanya, melalui kesaksian mereka.

“Kamu adalah terang dunia. Kota yng terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” (Matius 5:14)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here