Renungan Harian, Kamis 11 April 2019; 2 Raja-Raja 19:14-19 “DOA UNTUK BANGSA-BANGSA”

0
119
https://twitter.com

Dalam film penumpasan G30S diperlihatkan betapa mengaharukan ketika salah seorang pahlawan revolusi kita, Brigjen Panjaitan dibunuh oleh orang-orang G30S. Sebelum ditembak, Brigjen Panjaitan meminta agar dia diizinkan berdoa. Setelah berdoa ia dengan tabah menghadapi para pembunuhnya dan gugur sebagai pahlawan. Tuhan telah memberikan kekuatan dan ketabahan kepadanya melalui doa.

Pengalaman doa raja Hizkia yang diceritakan dalam Firman Tuhan ini sangat luar biasa. Raja Hizkia menerima surat dari raja Asyur. Surat itu berisi permintaan agar raja Hizkia menyerah, karena tidak ada pertolongan dari Tuhan. Setelah membaca surat ancaman itu, ia pergi ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu dihadapan Tuhan. Sekali lagi raja Hizkia membaca surat itu di hadapan hadirat Tuhan. Setelah itu raja Hiskia berlutut di kaki Tuhan. Ia berdoa meminta Tuhan menyelamatkan bangsanya dari ancaman raja Asyur.

Banyak orang seperti raja Hizkia. Bagi mereka agama hanya merupakan suatu tradisi dan bukan sesuatu yang bersifat pribadi. Krisis mengubah sikap hidup mereka. Mereka berdoa meminta pertolongan Tuhan untuk mengatasi masalah yang timbul. Lalu agama dan Tuhan menjadi sesuatu yang sangat pribadi. Mereka sangat dekat dengan Tuhan melalui doa. Mereka berubah, mereka berserah dan mereka beriman.

Setiap orang yang ingin memperoleh pertolongan ilahi ia harus mencari Allah. Ketika kita berdoa meminta pertolongan Tuhan, maka hal itu menyatakan ketergantungan iman kita kepada-Nya

“Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya Tuhan.” (2 Raja-raaj 19:19)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here