Profil Muda – BERBISNIS DAN TETAP BERPRESTASI AKADEMIK, Miracle Pulung Suka Selamet

0
109

Jerih payah tidak pernah menghianati hasil. Pepatah ini sering dipakai mereka yang telah berhasil membangun atau mencapai kesuksesan. Demikian pun yang dirasakan salah satu pemuda Baptis yang sudah berhasil mendirikan usahanya, Miracle Pulung Suka Selamet yang berhasil mendirikan “Joey Shoes Care” di tiga tempat. Usaha ini bergerak dibidang laundry sepatu.

Dalam waktu satu setengah tahun, Pulung berhasil mendirkan usaha tersebut diarea kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan sebuah lagi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Keberhasilan yang dicapai tidak lepas dari kegigihan dan perjuangan yang keras, serta dukungan dari sang ibu maupun kedua kakaknya.

Pemuda yang lahir 1 Juni 1995 dari pasangan R. Kanon Wisnu Cokroningrat (almarhum) dan Soegiyati ini mengisahkan kehidupannya yang tidak mudah. Semenjak kuliah semester kedua, ia menyaksikan betapa berat perjuangan sang ibu untuk membiayai studinya. Ketika itu, Pulung meminta uang untuk membayar biaya kuliahnya dijurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian UNS. Karena tidak punya uang, ibunya mengajak Pulung menemui seorang teman untuk meminjam uang.

Sejak itu Pulung bertekad untuk tidak akan menyusahkan orang tuanya lagi. Maka, masuk semester tiga, Pulung memutuskan bekerja paruh waktu. Ia diterima menjadi office boy di Hotel Diafan, Solo. Ia mulai menabung dari hasil kerja paruh waktu itu untuk membiayai kuliah supaya tidak lagi menyusahkan sang ibu. Bahkan dari hasil bekerja tersebut, Pulung dapat menyisihkan upahnya untuk membantu membiayai kebutuhan keluarga.

“Aku melihat perjuangan Ibu (saat itu). Jadi, aku berjanji pada diriku sendiri, aku nggak akan menyusahkan ibu (dengan minta uang lagi),”tutur Pulung

Ia melanjutkan, “Semenjak semester 3 aku tidak lagi minta uang ke orangtua. Sebelum itu, aku biasanya dapat Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu seminggu.”

Pulung memulai usahanya dari nol. Meski sempat ada temannya yang menawarkan bantuan, namun pertolongan itu terhenti di tengah jalan. Maka, Pulung harus melakukannya sendiri. Ia pun mulai menjual barang dagangan melalui Instagram, menjadi kurir untuk mengantar barang ke rumah-rumah pelanggan, hingga menjadi manajer ketika sudah memiliki beberapa karyawan.

Pada November 2017 Pulung menyiapkan usaha laundry sepatu ketika mengikuti program tahunan wirausaha dari kampus. Untuk lolos seleksi tidaklah mudah. Dari 500 pendaftar, hanya 100 orang yang akan dipilih. Akhirnya, ia menjadi salah satu mahasiswa yang berhak menerima modal usaha sebesar Rp 7 juta dari program tersebut.

Dari sanalah Pulung memulai usahanya. Pada November 2018 Pulung mendirikan outlet pertamanya di area kampus UNS.

Mengalami kehidupan sulit semasa kuliah tak serta merta menjadikan Pulung pribadi yang pelit. Justru karena itu, ia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Melalui usaha yang berhasil dirintisnya, Pulung rindu dapat memberikan dampak bagi masyarakat. Pulung bahkan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial sejak 2017.

“Saya ingin usaha yang saya bangun itu berdampak bagi masyarakat. Oleh karena itu saya ikut organisasi “Shareat” yang menyumbangkan 25 persen dari penghasilan usaha untuk membantu kebutuhan orang-orang jalanan, (khususnya untuk membelikan mereka) makanan,” ujar pria dari tiga bersaudara ini.

Tergabung dalam organisasi sosial sejak 2017, membuat pulung memiliki koneksi dengan orang-orang yang murah hati. Salah satunya kemudian tertarik mendirikan usaha waralaba laundry sepatu yang mendonasikan sebagian keuntungannya untuk tujuan sosial. Maka, pada Januari 2019 Pulung membuka satu lagi outlet “Joey Shoes Care” di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kemudian menyusul lagi pendirian outlet ketiga di area kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Berdirinya outlet ketiga ini merupakan hasil kerjasama dengan salah satu donatur dari kenalan sang kakak.

Meski harus membagi waktu untuk bekerja paruh waktu dan menjalankan usaha sejak masih duduk di bangku kuliah, Pulung termasuk salah satu mahasiswa berprestasi. Pada 2017, ia memperoleh penghargaan sebagai best speaker (pembicara terbaik) di bidang public speaking. Tak hanya itu, ia juga menjadi Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (Makassar), Top 5 Esai Nasional, Juara 1 Esai Bidikmisi (UNS), dan Juara 3 Esai Nasional (Malang).

Selain prestasi akademik, Pulung giat berorganisasi. Pada tahun 2016 ia aktif di Badan Semi Otonom HIMAGHITA UNS dan Rumah Hebat Indonesia (komunitas yang didirikan mahasiswa UNS untuk mendorong kelahiran para pekerja hebat dari keluarga-keluarga kurang mampu). Lalu pada tahun 2017 ia menjadi anggota Junior Chamber International Chapter Solo (organisasi kepemudaan internasional yang bertujuan membuat perubahan positif di dunia).

Selain itu sebagai public speaker yang berprestasi ia juga kerap menjadi pemateri beberapa acara diantaranya talk show UNS, pemateri bisnis Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNS, Master of Trainer Achievement Motivation Training (AMT) Fakultas Pertanian UNS, dan masih banyak lagi.

Mengalami kehidupan yang sulit khususnya keuangan pada saat kuliah, menjadikan Pulung terbiasa hidup tangguh dan belajar mengelola keuangannya dengan baik. Selain dukungan dari keluarga yang menjadi motivasi untuk berjuang, Pulung memiliki motivasi lain untuk terus bersemangat dan melangkah maju.

“Dulu aku di-bully secara fisik dari SD dan SMP, karena fisik yang kurus, dan cupu (kurang pergaulan). Semester 5 aku pakai behel. Semester 1 aku mulai fitness. Dulu juga aku nggak pede (percaya diri) karena gigi yang cenderung maju. Namun setelah aktif di berbagai tempat, aku jadi berani,” ujar Pulung.

Meski di-bully dari saat kecil, Pulung mengaku tak pernah menyalahkan Tuhan. Bahkan baginya, itu menjadi motivasi untuk berusaha.

Dengan malu-malu Pulung mengaku sempat ditolak seorang gadis yang ditaksir, karena penampilannya. Namun ia sadar, Tuhan punya rencana atas hidupnya. Bahkan ia mendapat hal positif dari peristiwa ini. Pulung menjadi rajin berolahraga. Bukan karena merasa rendah diri namun lebih karena menyadari bahwa apa yang Tuhan sudah berikan harus dijaga, termasuk menjaga tubuh tetap bugar.

Tak hanya piawai dalam dunia bisnis, pemuda asal Wonogiri ini juga terlibat dalam pelayanan di gereja sebagai worship leader maupun singer di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Wonogiri. Setiap akhir pekan, Pulung akan pulang untuk terlibat dalam pelayanan gereja.

Menurutnya, setiap hal yang dikerjakan tanpa melibatkan Tuhan akan sia-sia. Karena itu, Pulung memiliki prinsip, lakukan segala sesuatu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
“Semua usaha yang aku miliki sekarang, itu semua berkat Tuhan,” tuturnya.
Saat ini Pulung sedang mengikuti pelatihan di bagian management trainee PT Indofood Sukses Makmur. “Jika Tuhan berkehendak, akan masuk department head warehouse,” harap Pulung.

Meski harus menghentikan usaha laundry sepatunya karena kesibukan magang di PT Indofood, bukan berarti Pulung berhenti berkarya. Ia juga berbisnis madu asli dan minuman pelangsing melalui media sosial. Menurutnya, sekalipun sedang bekerja harus tetap mengasih pengetahuannya di dunia bisnis.

Ia juga tak lupa berpesan kepada kaum muda-mudi Baptis dengan mengutip Filipi 4 : 6:Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
“Ketika kamu melakukan sesuatu dan mereka nggak percaya, ya tunjukkan saja hasilnya. Orang nggak akan melihat proses tetapi Tuhan selalu menilai usahamu,” tutupnya.

Penulis: Tiara Gustiani Sutaji
Editor: Juniati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here