(Pojok Sekolah Minggu) TELADAN GURU DIMULAI DARI RUMAH Part 2

0
94

Kiranya ini juga dilakukan ibu-ibu guru Sekolah Minggu di dalam mengelola keuangan rumah tangga. Jangan berutang apa pun, dalam bentuk apa pun, kepada siapa pun. Dengan begitu, nama guru tidak dipergunjingkan dan berdampak tidak baik bagi integritasnya.

Kelolalah yang ada dan ajarkan anak-anak puas dengan apa yang disiapkan orang tua. Karena itu pula yang dialami ketiga putra Pdt. Julianus dan Julia. Anak-anak amat menyukai masakan ibu mereka. Jadi, anak-anak tidak perlu membeli makanan di luar sehingga menambah pengeluaran. Juga, makanan di luar belum tentu bersih dan sehat.

Adalah baik jika guru-guru Sekolah Minggu memberi anak-anak sarapan di rumah dan makanan kecil sebelum ke gereja. Dengan begitu, mereka tidak merengek–rengek minta jajan. Ini dapat mendorong teman-teman mereka di Sekolah Minggu untuk tidak mudah jajan.

Pdt. Julianus dan istri membuka rumah mereka untuk orang-orang yang memerlukan tempat menginap sementara. Eveline Kurniadi pernah tinggal bersama mereka beberapa waktu ketika berada di Jakarta. Penulis sendiri sering menginap karena jarak tempat kos dan gereja cukup jauh. Dari pengamatan Eveline dan penulis, Pdt. Julianus dan Julia tidak berbeda baik ketika di rumah maupun di gereja.

Anak-anak mereka dididik dengan baik dari usia dini. Mereka belajar bersopan-santun. Kakak adik saling mengasihi dan menghormati. Mereka juga saling bantu karena melihat ayah dan ibu pun saling bantu. Tidak ada pengasuh bayi untuk menolong.

Anak-anak dilatih ikut beribadah sejak dini. Sementara Pdt. Julianus melayani di mimbar, Julia duduk bersama ketiga anak mereka dalam ibadah. Ia menolong mereka ikut menyanyi, berdoa, dan mendengarkan.

Jika guru Sekolah Minggu tidak ikut beribadah, bagaimana ia memberi contoh kepada anak-anaknya untuk menghargai ibadah? Anakanak akan berlarian di halaman. Atau jika ikut di ruang ibadah, mereka berlarian selama kebaktian. Atau jika guru sebagai orang tua tidak dapat mengendalikan anak-anaknya untuk tertib, bagaimana ia bisa mengajarkan ketertiban kepada murid-muridnya?

Adalah hal yang indah melihat satu keluarga duduk bersama dan beribadah dengan tertib. Ketika mereka bertumbuh besar, anak-anak mungkin mengambil bagian dalam pelayanan dan tak lagi bisa duduk bersama orang tua mereka.

Guru-guru Sekolah Minggu hendaknya bisa memberi motivasi kepada para orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka yang masih kecil. Banyak orang tua tidak mau direpotkan anak-anak dan membiarkan mereka di luar. Atau memberi mereka uang untuk jajan agar tenang.

Tidak mudah mengajarkan anak-anak untuk tertib. Mereka cenderung ingin berjalan dan berlari bersama teman-temannya. Namun Julia tidak membiarkan mereka mengikuti anak-anak lain yang berlarian di halaman saat ibadah.

Sekarang, cucu-cucunya pun mengikuti orang tua mereka. Selama ibadah, mereka duduk tertib. Bahkan Timmy yang berusia 16 tahun pandai bermain piano dan sudah bisa mengiringi ibadah.

Dalam ibadah pengucapan syukur peringatan pernikahan emas Pdt. Julianus dan Julia, Timmy dan Kezia, puteri Arnold Tarapa mengiringi ibadah ini dengan bermain piano dan biola. Rupanya ini bakat turunan dari kakek. Tidak banyak yang tahu bahwa Pdt. Julianus bisa bermain piano. Ia mengajar bermain piano kepada Eveline Kurniadi. Ia juga mengajar Helen Theorupun (putri mantan Ketua Badan Pengurus Pusat Gabungan Gereja Baptis Indonesia, Wim Theorupun, red.) ketika kecil, memainkan lagulagu himne.

Ketiga putera Pdt. Julianus pun menguasai satu alat musik. Arnold menguasai piano, begitu juga Esther, istrinya. Arnold memimpin paduan suara di GBI Grogol Jakarta. Daniel menguasai piano dan flute. Samuel pernah belajar biola. Ia juga pernah menjadi drummer band kaum muda beberapa waktu lamanya. Mereka menggunakan bakat dan kemampuan untuk melayani dalam ibadah.

Kiranya apa yang sudah dilakukan Pdt. Julianus dan istri dalam membina jemaat dan keluarga, dapat diteladani setiap guru Sekolah Minggu. Sebab guru Sekolah Minggu adalah juga gembala bagi kelompok kecil mereka. Dan biarlah murid-murid melihat Anda sebagaimana Anda di gereja yang tidak berbeda seperti di rumah. Dengan begitu, murid murid akan terberkati.

Selamat menjalani usia pernikahan ke-50 untuk Pendeta dan Ibu Julianus Tarapa.

 

Baca Juga Part 1 nya link di bawah ini :

(Pojok Sekolah Minggu) TELADAN GURU DIMULAI DARI RUMAH Part 1

*)Penulis adalah guru

Sekolah Minggu GBI

Kebayoran, Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here