PKMB Jatengbagut – SUPAYA KAUM MUDA CINTA GEREJANYA

0
448

“Youth for Nation” menjadi tema Persekutuan Kaum Muda Baptis (PKMB) Badan Pengurus Daerah Gabungan Gereja Baptis Indonesia Jawa Tengah bagian Utara (BPD GGBI Jatengbagut) 26 Oktober 2019 di Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia (STBI) Semarang. Persekutuan ini mendorong semangat kaum muda supaya terpanggil melayani Tuhan dan dengan memberikan masa muda yang terbaik bagi-Nya. Kegiatan ini juga dilakukan untuk menjaga semangat muda Jatengbagut yang berkobar-kobar dalam acara Indonesian Baptist Youth Conference di Bandung beberapa bulan lalu, tidak padam termakan waktu.

Ada tiga acara yang digelar, yaitu Baptist Race, Bazaar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR). Baptist Race adalah perjalanan keliling Kota Semarang yang mewajibkan setiap kelompok mendatangi tiap pos untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Dengan penuh semangat, 20 kelompok mengeliling kota mulai dari area Kota Lama. Berbagai kegiatan yang dilakukan mampu mengakrabkan peserta yang datang dari berbagai gereja.

Dalam Baptist Race, digelar perlombaan membuat video blog (video dengan topik tertentu yang dikemas dalam konsep dokumentasi jurnalistik) bagi tiap kelompok dan mengunggahnya di Instagram. Juara video terbaik dan video yang mendapatkan “like” terbanyak diumumkan dalam KKR.

foto Group saat Baptis Race di Kota Semarang

“Dampaknya sendiri tuh, yaa… bisa mempersatukan kami para pemuda dan juga bisa saling menjalin silahturahmi antara gereja satu dengan lainnya,” komentar Dea, salah satu peserta kepada Aris Santoso dari Suara Baptis (SB). “Terus untuk kesannya tuh… acara tadi sih seru. Jadi, bisa mendapatkan teman baru lebih banyak dan bisa mengenal gereja Baptis yang lainnya.”

Dea berharap, BPD GGBI Jatengbagut sering-sering mengadakan acara seperti ini. “Supaya lebih membangun kesatuan kaum muda di Jatengbagut!”

Sementara dalam bazar, ada 10 stan yang dibuka. “Bazar ini intinya supaya lebih semarak. Juga mencoba menggali potensi teman-teman gereja lokal dengan berbagai cara kreatif  melakukan penggalangan dana dalam bentuk mendukung kegiatan pelayanan pemuda. Dan kami bebaskan bagi anak muda  berkreasi pada bazar ini dengan menjual berbagai makanan agar semangat anak muda dapat terus ditumbuhkan, tidak hanya dalam acara-acara rohani tapi hal-hal yang sifatnya jasmani juga,” ucap Ketua PKMB BPD GGBI Jatengbagut Pdt. Nixon Siathen.

Bazar yang dilakukan setelah Baptis Race

Peserta memborong makanan dan minuman di 10 stan tersebut sesudah berkeliling kota mengikuti Baptist Race. Mereka berkerumun di depan stan yang dibuka kaum muda, gereja lokal serta pihak sponsor.

Puncak Acara (KKR) dilakukan pada sore harinya, setelah Baptis Race dan Bazar

KKR yang dimulai pukul 18:00 menjadi acara yanng ditunggu-tunggu. Sekitar 400 orang muda tercatat hadir. Bagi Jatengbagut, jumlah pemuda sebanyak ini terbilang langka sehingga menumbuhkan harapan.

“Harapan saya, dari acara ini anak muda Baptis dapat merasakan semangat dan kecintaannya kepada gereja Baptis. Anak muda jika tidak didukung, akan pergi ke tempat ibadah yang sesuai keinginan dan kebutuhannya. Juga saya rindu bahwa anak muda untuk bertanggung jawab dalam pelayanan, dan pengabdian dari berbagai gereja masing-masing. Dengan adanya campur tangan Tuhan di dalamnya, semangat anak muda tidak padam,” ungkap Pdt. Nixon Siathen.

Pembicara KKR Pdm. Bachtiar Ari Wicaksono berharap, generasi Baptis akan terus bermunculan. Dan sebagai penerus bangsa, mereka akan selalu menggunakan kebenaran dari perspektif Tuhan Yesus Kristus.

“Bangsa ini memerlukan orang-orang yang hidup dalam kebenaran, yang tidak hanya memikirkan kedagingan, tetapi mempunyai visi agar mau melayani, menjadi hamba dan mempunyai cara pandang yang berbeda dari orang lain sehingga mereka memiliki kasih,” seru Pdm. Bachtiar.

Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Batu Zaman Bandung Cabang Ciparay ini mendorong supaya kaum muda selalu ingat tempat mereka dibesarkan, ingat akan Tanah Air di mana dilahirkan. “Seperti tokoh-tokoh pelajar Indonesia pada waktu membuat Sumpah Pemuda, ada Jong Batak, Jong Djawa dan jong-jong lainnya. Mereka membentuk itu sebagai kesatuan, tetapi mereka mengingat keragaman dan memakai itu sebagai semangat ‘walaupun berbeda tetapi tetap satu’. Bersatu mempunyai sinergi dan kebersamaan. Umat Baptis nggak perlu jadi Jakarta, jadi Solo, jadi Surabaya dan lainnya. Jadilah di mana kamu dilahirkan dan bersinergilah untuk bangsa.”

 

Penulis: Aris Santoso

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here