Pengorganisasian GBI Kubu Raya, Kalimantan Barat

0
33

Memulai sesuatu yang baru selalu memerlukan langkah awal. Tak terkecuali perintisan berdirinya sebuah gereja. Sebuah gereja tak serta merta berdiri dengan sendirinya setelah ada kenginan untuk mendirikan gereja, perlu ada yang memulai bahkan langkah untuk memulainya.

Demikianlah Gereja Baptis Indonesia (GBI) Kubu Raya Kalimantan Barat berdiri. Pdt. Sambuangga Dawan memulai dengan mengadakan persekutuan doa di rumah keluarga Sarbeni tepatnya 12 November 1997.

Pdt. Sambuangga ditahbiskan di Gereja Kristen Protestan Kalimantan Barat. Setelah tujuh tahun melayai gereja tersebut, Pdt. Sambuangga membuka pelayanan di Pontianak di bawah Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI).

Beberapa waktu kemudian, persekutuan doa itu mulai bertambah dengan jumlah kehadiran enam orang. Hingga bulan kedua mereka memberanikan diri untuk mengadakan kebaktian di rumah keluarga Johandi yang dihadiri 15 orang. Jumlah yang hadir pun terus meningkat hingga rumah Johandi tidak dapat lagi menampung perkumpulan ini.

Melihat jumlah jiwa yang tidak dapat lagi ditampung saat kebaktian, Pdt. Sambuaga dan Saberni pun meminjam aula PT Rimba. Akhirnya ibadah dapat berjalan dengan baik dan jemaat yang hadir pun merasa nyaman.

Berkat Tuhan

Tepatnya tahun 2003, Pdt. Sambuangga mendapat berkat Tuhan yaitu sebidang tanah yang akhirnya menjadi tempat membangun rumah pribadi di Jl. Adisucipto Gang Swadaya A4 Sungai Raya, Pontianak. Rumah inilah yang kemudian dijadikan tempat perkumpulan jemaat yang sudah setia hadir dalam persekutuan.

Berkat Tuhan tak sampai di situ saja. Tahun 2009 jemaat dapat membeli tanah ukuran 11m x 19m. Dan dalam tahun itu juga jemaat mulai membangun gedung untuk tempat bersekutu.

Tahun 2010 jemaat mengirimkan surat kepada GBI Kebayoran Jakarta yang menyampaikan keinginan bergabung. Di akhir tahun Panitia Pengabaran Injil (PI) GBI Kebayoran menanggapi surat tersebut dengan mengirimkan utusan ke Pontianak ini. Mareka adalah Dkn. Hariono, dr. Willy Ken dan Waskito. Hingga 27 Februari 2011, persekutuan ini resmi menjadi gereja cabang dari GBI Kebayoran

Jemaat semakin giat dalam pelayanan dan persekutuan. Mereka semakin bertumbuh dalam kualitas maupun kuantitas. Jemaat membangun dan menguatkan satu sama lain.

Pertumbuhan yang dirasakan itu memberikan semangat bagi jemaat untuk menjadi gereja yang mandiri. Maka, jemaat mengajukan surat permohonan pemandirian yang langsung disetujui GBI Kebayoran. Gereja induk kemudian membimbing dan mempersiapkan jemaat cabang dalam proses pemandirian.

Waktu yang dinanti-nantikan pun tiba. Pada 7 Desember 2019 GBI Kebayoran Cabang Kubu Raya resmi menjadi GBI Kubu Raya dengan gembala sidang Pdt. Sambuaga Dawan yang merintis berdirinya jemaat ini. Acara pemandirian dihadiri 185 orang termasuk panitia PI bersama Paduan Suara Excelsis Deo GBI Kebayoran, juga Hamdam, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, turut bersukacita bersama jemaat.

Dalam kesempatan itu, Pdt. sambuangga menyampaikan, gereja saat ini terus diberkati Tuhan sehingga dapat membeli tanah di samping gereja, dan sudah dibangun sebuah pastori serta lahan parkir.

“Doakan dan dukung kami supaya terus berkembang baik secara kualitas maupun kuantitas setelah mandiri ini. Kami memiliki prinsip memulai dari apa yang ada dan melanjutkan dari apa yang sudah ada,” ujarnya dengan bersemangat.

Sejak perintisan dimulai hingga hari ini sudah memiliki 1 Balai Pembinaan Warga (BPW) di Kabupaten Ketapang serta 125 orang yang telah dibaptiskan.

Jemaat Kubu Raya sejak awal memang berani memulai persekutuan dan akhirnya memutuskan untuk mandiri.

Selamat atas pemandirian GBI Kubu Raya!

Penulis: Diana Santi
Editor: Juniati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here