Pelita Jiwa: SALAHKAH YESUS MEMILIH YUDAS? Lukas 6:12-16

0
137
Related image
http://www.sesawi.net

Setelah beberapa waktu Yesus melayani masyarakat Yahudi, dengan berkhotbah menyeruhkan pertobatan, menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir roh-roh jahat yang merasuki manusia. Maka dari sekian banyak orang yang selalu mengikuti-Nya, ditetapkan dua belas murid yang disebut rasul.

Sebelum menetapkan ke dua belas rasul, Lukas 6:12-16 melaporkan bahwa Yesus berdoa semalam-malaman. Dan Yohanes 15:6 menyatakan bahwa bukan para murid yang memilih guru tetapi, Yesuslah yang memilih mereka menjadi Murid-Nya.

Yang menjadi masalah adalah salah seorang murid Yesus menjadi pengkhianat, yakni Yudas Iskariot. Jadi pertanyaannya, salahkah Yesus memilih Yudas? Jadi, bagaimana mungkin Kristus salah memilih? Lantas bagaimana dengan prapengetahuan-Nya?

Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan cara Yesus menjawab para murid ketika menyaksikan seorang yang buta sejak lahirnya (Yohanes 9) dan bertanya, dosa siapakah gerangan sehingga orang itu buta sejak lahir? Apakah dosa orantuanya ataukah dosanya sendiri sejak dari kandungan? Mungkin karena Yehezkiel 19:20 berbicara bahwa setiap orang menanggung kesalahannya sendiri tanpa melibatkan anak atau orangtua.

Yesus menjawab bahwa bukan dosa orang tuanya ataupun dosa orang itu. Tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Jadi bukan karena Yesus salah memilih Yudas, melainkan supaya fenomena Yudas Iskariot menjadi peringatan bagi gereja Kristus, antara lain:

Adanya Kristen Yang Salah Motif

Fakta bahwa Yesus berdoa semalam-malaman sebelum menetapkan dua belas murid dan pernyataannya dalam injil Yohanes 15:6, membuktikan pilihan atau penetapan Tuhan Yesus terhadap Yudas Iskariot besifat sungguh-sungguh bukan kamuflase atau formalitas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini menyatakan, prapengetahuan Tuhan Yesus tidak mencakup prapenentuan bahwa Yudas secara tak terelakkan harus menjadi penghianat (EAMK II, hal. 635). artinya, pengetahuan Tuhan Yesus terhadap suatu peristiwa yang belum terjadi tidak mencakup predestinasi (takdir) keharusan Yudas menjadi pengkhianat.

Yudas menjadi pengkhianat adalah pilihan bebas pribadinya yang didorong oleh motivasi tertentu. Adanya siang dan malam serta penerang di saat gelap adalah takdir (prapenentuan). tetapi benda penerang pada malam hari tidak harus bulan, bisa juga bintang-bintang atau meteor besar yang meluncur ke orbit bumi.

Ucapan Yesus dalam Yohanes 18:13 yang berbunyi, “… tetapi haruslah genap nas ini: orang yang memakan roti-Ku telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.” adalah nubuatan dalam Mazmur 41:10. ketika nubuat tersebut dipandang sebagai takdir, maka hal tersebut adalah pola kehidupan manusia karena telah dicemari oleh dosa. Sama seperti jika anda mau menulis naskah drama anda harus memilih tokoh protagonis dan antagonis. Ketika seorang protagonis menjadi seorang pemimpin, maka dia akan berhadapan dengan si antagonis yang beroposisi atau bahkan berkhianat karena suatu motif. Dan jika tulisan tersebut diangkat ke layar lebar, maka pemeran tokoh antagonis dalam film, bisa siapapun yang memenuhi syarat sebagai aktor.

Yoab membunuh Abner tanpa sepengetahuan atau seizin Daud, dan dengan sebuah tipuan (II Samuel 3:22-19). kemungkinan karena Yoab takut bersaing dengan Abner. Selanjutnya, dalam krisis perebutan kekuasaan Adonia dan Salomo yang direstui Daud, Yoab bersama imam Abyatar dan kawan-kawan mendukung Adinoa. Artinya, Yoab mengkhianati Daud, dan akhirnya mati atas perintah Salomo.

Secara umum patut diduga bahwa ke dua belas murid Kristus adalah orang-orang muda yang berjiwa nasionalis dan mengharap kelepasan Israel dari Romawi. Mereka tertarik kepada Kristus salah satunya adalah petunjuk Yohanes Pembaptis yang dikira Mesias (Lik. 3:15). Termasuk di dalamnya Yudas Iskariot. Tetapi Yudas menjadi kecewa kepada Kristus setelah dia tahu bahwa Sang Guru akhirnya tidak akan menjadi raja Israel seperti yang diharapkan, sehingga bisa jadi menimbulkan kebencian kepada Yesus.

Orang yang menjadi Kristen seperti Yudas bukannya tidak bisa menyesal, sebab Yudas pun menyesal atas pengkhianatannya, hanya saja terlambat (Matius 27:3-5). orang Kristen salah motif bisa kaum oportunis, bisa juga karena masyarakat atau profesinya tidak memberi apa yang dibutuhkan, atau motif yang lain. Dan biasanya yang menjadi saran oposisi adalah Gembala Sidang.

Adanya Orang Kristen Yang Tidak Bertobat

Yudas Iskariot dapat menyebut dirinya murid yang istimewa di antara Petrus yang sering menjadi “Ketua Kelas” atau Yohanes yang mengaku sebagai Murid yang di kasihi Sang Guru. Yudas menjadi bendahara kelompok Murid Kristus, mungkin ketelitian dan kerapian laporan keuangannya melebihi Matius yang bekas pemungut cukai. Di samping sebagai bendahara, Yudas juga dikomentari sebagai pencuri karena sering mengambil uang kas yang dipercayakan kepadanya (Yohaner 12:6).

Ketika Yesus dan rombongan para murid dijamu di rumah Lazarus di Betania, Maria mengambil setengah kati (hanpir 2.5 liter) minyak narwastu murni yang mahal harganya untuk mengurapi Yesus. Yudas memberikan komentar atas persembahan Maria. Ia berkata “mengapa minnyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Padahal maksudnya mau mengambil “komisi”saat bakti sosial kepada orang-orang miskin.

Pengajaran moral terhadap Allah, sesama manusia dan diri sendiri seperti yang tertulis dalam Matius 5:17-48, baik langsung untuk para murid maupun  ketika Yesus mengajar orang banyak, tentu sudah berkali-kali didengar oleh Yudas . fakt bahwa ia diberi predikat “pencuri” bahkan memperoleh sejumlah uang atas pengkhianatannya terhadap Sang Guru menunjukkan Yudas tidak pernah bertobat.

Bertobat atau tetap bertahan di dalam dosa adalah pilihan bebas Insani sanbil yang bersangkutan tetap menjadi murid Kristus.mengingat ketamakannya terhadap uang, tidak mustahil bahwa Yudas membayangkan dirinya bakal menjadi orang yang kaya raya ketika Yesus menjadi Raja Israel, karna bakal menempati posisi bendahara negara.orang yang tiak bertobat dari dosa mencuri atau menginini milik pihak lain, bisa dipicu oleh kebutuhan atau keserakahan.

Fakta bahwa dalam lingkaran pertama (ring satu) jajaran murid Kristus kemasukan orang yang tidak bertobat, maka tidak mustahil bahwa lingkaran-lingkaran gereja berikutnya di sepanjang zaman dan di segala tempat tidak steril dari orang-orang seperti Yudas Iskariot.karenanya perlu disadari benar bahwa sangat mungkin di gereja kita masing-masing terkontaminasi oleh adanya anggota yang tidak bertobat.

Untuk hal demikian, gereja perl7u menegakkan disiplin atau barangkali gembala sidang mengambil kebijakan tertentu yang membuat orang bersangkutan tidak nyaman. Gembala sidang gereja Baptis Indonesia mempunyai cara yang bervariasi dalam menangani jemaat yang tidak bertobat sesuai karakter pribadinya. Petunjuk Tuhan Yesus dalam Matius 7:16-20 dapat menjadi salah satu dasar penanganan masalah oleh gembala sidang.

Penutup

Menjadi “Yudas Iskariot” atau bukan, adalah pilihan kita masing-masing, bukan salah Tuhan Yesus memilih kita. Oleh karena Allah mendapatkan oposisi dari iblis dan kawan-kawannya, maka wajar bahhwa manusia Yesus yang baikpun dimusuhi Yudas. Dan lebih wajar lagi jika pemndeta mendapati oposan di dalam gereja yang dilayani.

Supaya kuat menghadapi oposisi dengan pertolongan Tuhan, para pendeta (Baptis) harus berpegang teguh pada kejujuran, menjunjung kesusilaan, melayani dengan sunggu serta setia pada doktrin gereja. Pasti anda ditopang Tuhan seperti pengalaman banyak pendeta termasuk penulis yang mendekati pensiun.

Juga pesan untuk umat baptis, jangan sampai kita dinilai sbagai orang baptis yang salah motif apalagi sebagai orang baptis yang tidak bertobat.

Penulis : Alfeus Mulyono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here