Pdt. Billy Mathias, Salah Satu Orang Baptis Indonesia Mula-mula “GIGIH MERINTIS GEREJA SEMASA MAHASISWA”

0
484

Sudah sembilan tahun Pdt. Billy Mathias, salah satu orang Baptis Indonesia pertama, jatuh sakit. Bahkan setahun terakhir, ayah dua anak putri ini tak mampu lagi bersekutu dalam kebaktian gereja. Kondisi tubuhnya terlalu lemah untuk menempuh jarak 11 kilometer dari rumah di Kompleks Istana Kawaluyaan ke gereja di Jalan Wastukencana Bandung. Selain itu, penglihatan Pdt. Billy juga memburuk karena terkena glukoma.

“Hampir setahun Daddy (Ayah) udah nggak ke gereja lagi. Kalau duduknya kelamaan, badannya akan sakit. Kalau dulu masih kuat maksimal empat jam duduk termasuk perjalanan pulang pergi gereja, sekarang paling dua jam. Itupun sudah maksimal,” ujar Deborah Alexandri Mathias atau yang akrab disapa Debby, putri bungsu Pdt. Billy. “Untuk saat ini, selain terapi untuk mengurangi badannya yang kaku, Daddy lebih banyak berbaring sambil dengerin audio Bible atau lagu-lagu rohani.”

Ketika ditemui Juniati dari Suara Baptis (SB) Senin 19 Agustus 2019 lalu, Pdt. Billy terbaring di tempat tidur. Ia tidak lagi dapat melakukan kegiatan apa pun namun masih dapat melayani wawancara. Bahkan Pdt. Billy juga mendoakan SB.

Karena kesehatan sang istri, Ruthleni Suliman yang kurang baik, perawatan sehari-hari bagi Pdt. Billy dilakukan Debby dan suami, Utama Ade Putra Turnip serta kakak Debby, Dorothea Leony Mathias.

Meski tubuhnya lemah, daya ingat Pdt. Billy masih sangat kuat. Ia tetap mampu mengingat kejadian beberapa puluh tahun lalu dan mengisahkannya.

Semasa permulaan perjalanan umat Baptis di Indonesia tahun 1950-an, Pdt. Billy Mathias bersama orang tua dan adiknya merupakan anggota pertama denominasi ini. Ketika Misionaris Konvensi Baptis Selatan (SBC) memulai pelayanan di Bandung, Billy masih berusia 11 tahun.

Dalam keadaan setengah berbaring dan sedikit terbata-bata, Pdt. Billy menceritakan pelayanannya di beberapa gereja Baptis di Bandung. “Saya merintis GBI (Gereja Baptis Indonesia) Raya Barat (sekarang GBI Baitlahim) itu dimulai dari Sekolah Minggu yang kami adakan di rumah. Kemudian GBI Raya Timur (sekarang GBI Batu Zaman) awalnya dimulai oleh orang awam, baru kemudian saya melanjutkannya. Waktu itu saya masih mahasiswa (Seminari Teologi Baptis Indonesia/STBI), jadi pulang pergi Bandung-Semarang.”

Ia juga membantu misionaris Baptis dari GBI Cipaganti dalam pelayanan perintisan yang sekarang menjadi GBI Efrata. Dan sebelum menjadi Gembala Sidang GB Pertama,  Pdt. Billy pun pernah menjadi redaktur dan penerjemah buku rohani di Lembaga Literatur Baptis (LLB).

“Ketika saya di LLB, saya juga melayani di GBI Baitani Sukabumi. Jadi Senin sampai Jumat di LLB kemudian weekend ke Sukabumi untuk mengisi kekosongan gembala sidang di sana,” ujarnya.

Tahun 1970 Pdt. Billy diangkat menjadi gembala sidang nasional kedua yang melayani di GB Pertama Bandung. Maka, ia lalu melepaskan pelayanan perintisan di beberapa gereja lain dan fokus menggembalakan jemaat. Seharusnya Pdt. Billy pensiun penggembalaan tahun 1996. Namun jemaat meminta melayani kembali selama tiga tahun berikutnya, jadi Pdt. Billy menggembalakan sampai tahun 1999.

Menjadi gembala sidang selama 29 tahun tentu bukanlah hal yang mudah. Banyak suka-duka yang dialami dalam melayani anggota jemaat dengan karakter yang berbeda-beda. Dalam pelayanan tersebut, ada dua hal pokok yang dilakukannya dalam penggembalaan.

“Saya berusaha memperhatikan kebutuhan rohani semua anggota jemaat. Dan yang penting, kita memberitakan Injil tanpa terpengaruh oleh situasi jemaat,” tuturnya.

Selesai pelayanan penggembalaan, Pdt. Billy tetap diminta berkhotbah di GB Pertama sampai 11 tahun berikutnya. Hingga pada Oktober 2010 ketika sedang berkhotbah dalam persekutuan hamba Tuhan Baptis Jawa Barat, ia terkena stroke. Sejak saat itu, Pdt. Billy tidak lagi berkhotbah namun tetap mengikuti kebaktian di GB Pertama.

Kecintaannya pada pelayanan Baptis rupanya tak pernah rontok meski tubuhnya kian lemah. Pria yang gigih dalam perintisan gereja sembari berkuliah di seminari tersebut berpesan agar gereja-gereja Baptis Indonesia mempertahankan apa yang sudah ada, dan melanjutkan apa yang sudah dimulai.

SB mengunjungi Pdt. Billy

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here