Overcomer, Menanti Pekerjaan Tuhan di Dalamnya

0
111

Awal Agustus lalu, Baptist Press melansir kabar gembira dari industri film rohani. Kakak-beradik Kendrick segera merilis sinema garapan terbaru mereka, “Overcomer”.

Alex dan Stephen Kendrick rupanya ingin mengulang kesuksesan mereka membidani lahirnya film rohani yang bercokol di box office Amerika. Sebelumnya, “Fireproof” (2008) dan “Courageous” (2011) berhasil menempati peringkat Top 4. “War Room” (2015) berhasil meniti menjadi nomor 1 di Amerika pada minggu kedua peluncurannya.

Satu Jiwa Lebih Berharga
Namun Alex dan Stephen tidak menilai keberhasilan hasil garapan mereka hanya dari peringkat di box-office. Menurut Stephen, film yang sukses adalah film yang memiliki dampak spiritual.

“Satu orang yang datang kepada Kristus adalah lebih baik dari 10 Academy Awards,” kata Stephen seperti diberitakan Baptist Press.

“Orang sering berkata, ‘Kalian tentu punya agenda sewaktu membuat film ini.’ Ya, tentu saja: Amanat Agung adalah agenda kami,” tambah Stephen. “Kami minta maaf tentang hal ini. Saya tidak mau berada di hadapan Tuhan, dan Dia berkata, ‘Apakah kamu berhasil mendapat Academy Award?”

Tak Hanya Tayangan
Demi mendukung film mencapai dampak yang diinginkan, Alex dan Stephen juga menggunakan sarana lain. Mereka menerbitkan buku pegangan bertajuk LifeWay.

LifeWay merupakan bahan-bahan yang mendukung film berdasarkan usia. Naskahnya merupakan kompilasi dari bahan yang sebelumnya pernah ditulis kakak-beradik Kendrick. Gubahan naskah Defined, yang ditulis Alex untuk orang dewasa; Revealed, yang ditulis untuk remaja laki-laki dan kaum lelaki muda; Radiant, yang ditulis untuk remaja perempuan dan kaum wanita muda; dan Wonderful, yang ditulis untuk anak-anak usia pertengahan sekolah.

Semua bahan tersebut mengeksplorasi tema film, yaitu: menemukan identitas kita dalam Kristus.

“Isu kami adalah menemukan identitas dalam posisi saat ini, apa saja pencapaian yang sudah berhasil, apa yang orang lain katakan tentang kita,” jelas Stephen. “Orang menjadi workaholic demi membuktikan diri mereka, karena berusaha menemukan identitas dalam sesuatu di luar Kristus.”

Menempatkan suatu identitas sebagai arahan Tuhan bukan saja tidak alkitabiah, menurut Kendricks, tetapi juga memimpin kepada kehancuran hidup.

“Dasar dan identitas (film) kami harus kepada karakter yang tidak berubah dari Yesus Kristus,” kata Alex. “Jika pekerjaanmu berubah dan identitasmu tetap dalam Kristus, maka kamu baik-baik saja. Kamu masih tahu siapa dirimu dibandingkan seseorang yang kehilangan pekerjaannya, dan hidupnya menuju kehancuran.”

John dan Hanna (christianpost.com)

Kisah Si Pemenang
“Overcomer” atau yang artinya “pemenang”, berkisah tentang seorang pelatih bola basket anak yang berhasil, John Harrison. Dia harus menelan kenyataan pahit manakala tim yang diasuhnya kehilangan sponsor, dan para pemain harus berpindah sekolah ke kota lain.

John menjadi tertekan karena dia segera sadar, trofi kejuaraan negara bagian bola basket anak tidak lagi bisa dicapai. Bahkan, identitas dirinya sebagai pelatih yang sukses serta-merta hilang.

Belum cukup sampai di situ, sekolah menyatakan bahwa John harus meneruskan sebagai pelatih, tetapi sebagai pelatih lomba lari. Kacaunya, tim lomba lari dari sekolah John hanya satu: Hanna. Dia adalah seorang gadis pendiam yang sedang mencari identitas dirinya.

Apakah John dan Hanna dapat menyelesaikan persoalan pribadi mereka saat mereka bekerja sama? Menarik untuk menunggu seluruh kisahnya di bioskop mulai 23 Agustus 2019.

Sayangnya, film ini mungkin baru bisa disaksikan penonton di Indonesia pada 2020, mengingat lima film sebelumnya pun hanya bisa dinikmati melalui cakam DVD. Maklum, bahkan film rohani di Indonesia harus berhadapan dengan pembajakan.

Pelayanan Membuat Film
Pelayanan kakak-beradik itu memang unik. Menurut Alex, Tuhan menempatkan mereka dalam arena pembuatan film. Film telah membuat mereka menyampaikan Injil pada jutaan orang tanpa meninggalkan negara mereka.

“Saya pernah berhitung,” kata Stephen, “Jika saya berkhotbah ke berbagai gereja yang dihadiri ribuan orang setiap Minggu selama 100 tahun, saya akan menyampaikan Injil kepada 5 juta orang. Dan (film) ‘Fireproof’ telah dilihat 5 juta orang hanya dalam hitungan minggu.”

“Kami bersemangat untuk melihat apa yang akan Tuhan lakukan dengan film ini,” kata Alex. “

Sumber: Baptist Press
Editor: Arseindy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here