(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 3

0
276

Jika seorang pendeta tidak mau memimpin, gereja akan terlantar. Jemaat tidak akan mengikuti pemimpin lainnya (Kisah Para Rasul 20:28; Filipi 1:1; 1 Timotius 3:2; Titus 1:7; 1 Petrus 2:25).

Presbuteros (penatua). Seorang penatua dihormati dan berpengaruh baik karena kehidupannya sudah teruji atau karena usianya sudah “senior.” Seorang penatua adalah seorang pemimpin teladan. Jadi, seorang pendeta adalah teladan bagi jemaat (Kisah Para 14:23; 15:2, 4, 6, 22; 1 Timotius 5:17; Titus 1:5, Darrell W. Robinson: Total Church Life).

Ketiga jabatan tersebut merupakan jabatan yang sinonim. Adakah seseorang anggota jemaat yang mempunyai fungsi seperti pendeta sehingga harus menjadi pemimpin di gereja (baca: Ketua Panitia Perancang)? Karena itu diperlukan kualifikasi atau syarat-syarat sebagaimana dalam Imamat 10:8-8-11; 1 Timotius3:1-7; Titus 1:5-9.

Wewenang Pendeta

Menurut definisi GGBI, “pendeta” adalah sebutan atau gelar bagi seorang yang terpanggil sepenuh waktu dalam tugas pelayanan di ladang Tuhan dan yang telah ditahbiskan (1 Petrus 5:1-5; Titus 1:5; Kisah Para Rasul 20:28).

Sedangkan “Gembala Sidang”, merupakan pejabat gereja yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan dan ditetapkan oleh gereja untuk melaksanakan tugas penggembalaan (Yohanes 21:17; Efesus 4:11-12).

Roh Kuduslah yang memanggil dan menempatkan pendeta sesuai dengan kehendak-Nya. Karena diketahui bahwa tentang pendeta:

•Pendeta memiliki panggilan yang tidak dimiliki orang lain

•Pendeta memiliki tanggung jawab yang tidak dimiliki orang lain.

•Pendeta berada pada posisi untuk dimintai pertanggungjawaban.

Pendeta bertangung jawab pertama-tama kepada Allah kemudian kepada jemaat. Tidak ada pendeta yang dapat menyenangkan semua orang. Pendeta mana pun tidak perlu berusaha melakukan hal itu. Tidak lain, tujuan pendeta hanyalah menyenangkan Tuhan.

Bila Pendeta Bersalah

Tentu saja pendeta harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah dan juga kepada jemaat. Namun umat Allah harus berhati-hati tentang apa yang mereka lalukan ketika pendeta mereka berbuat salah. Ada banyak gereja mengalami kemunduran. Ini mungkin saja disebabkan karena ada banyak pemimpin pilihan Allah diserang jemaatnya. Tidak ada seorang pun yang dapat “menjamah” orang yang diurapi Tuhan, kemudian bebas dari konsekuensinya (Mazmur 105:15).

Di sini perlu adanya sikap hati yang benar (Efesus 4:30-32). Berusahalah memulihkan pendeta dengan berdoa baginya (Matius 18:1518). Berusahalah sebaik mungkin untuk memelihara kesatuan (Efesus 4:23). Kita tahu bahwa Tuhan sendiri yang akan mendisiplin pendeta yang bersalah (1 Korintus 9:27; 1 Samuel 26:8-11).

Kehidupan Pendeta

Bagaimana para pendeta memperoleh kehidupannya? Tentu saja kita tidak akan mencari sumber lain kecuali dari Alkitab. Dalam Perjanjian Lama, Israel terdiri dari 12 suku. Satu suku dari 12 suku itu, yaitu suku Lewi tidak mendapatkan tanah pusaka. Pusaka suku Lewi adalah Tuhan sendiri. Maksudnya, suku Lewi dikhususkan Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kemah suci atau bait Allah. Panggilan khusus mereka adalah sebagai pelayan yang mengurusi korban persembahan dan kegiatan-kegiatan ibadah bangsa Israel.

Sebelas suku Israel mendapatkan pemenuhan nafkah hidupnya dari tanah pusaka yang diberikan Allah, sedang suku Lewi tidak. Suku Lewi mendapatkan pemeliharaan dari Tuhan melalui perintah persepuluhan (Imamat 27:30-33; Bilangan 18:19-21; Ulangan 14:22-29). Juga dengan segala macam persembahan (korban, tanah dan sebagainya, Bilangan 18:8-18). Dalam Perjanjian Baru yang umumnya menjadi pedoman bagi gereja Baptis, pendeta bergantung penuh di tempat pelayanannya (Matius 10:9-15). Dalam 1 Korintus 9:7-14 dengan menabur benih rohani, menuai hasil duniawi. Pemberita Injil, hidup dari pemberitaan Injil. Penerima pengajaran membagi segala sesuatu kepada yang mengajar, bahkan menerima dua kali lipat (Galatia 6:6; 1 Timotius 5:17).

Walaupun pendeta menerima gaji (baca honorarium) dari gereja, tetapi tidak dianggap sebagai pegawai. Ini karena kualifikasi dan penahbisan dalam pelayanan bukan didasarkan sebagai pegawai. Juga tanggung jawab pendeta lebih dari chief executive officer (CEO) suatu organisasi. Pendeta melakukan semua hal yang terjadi di gereja, walaupun tugas utamanya adalah “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Efesus 4:12).

Seorang pendeta menjadi pendeta bukan karena kegagalan dari pekerjaan yang telah dialami yang dapat memberikan lapangan pekerjaan. Ia adalah seorang yang dipanggil dan ditetapkan Allah sendiri untuk suatu tugas khusus yang pelaksanaannya dilengkapi dengan karunia-karunia Roh Kudus. Dengan demikian haruslah ia seorang Kristen yang dewasa, yang memiliki hubungan utama dengan Allahnya. Karena hal ini haruslah menjadi gol seorang pendeta untuk menetrasikan kehidupannya kepada setiap anggota jemaat bagi pembangunan tubuh Kristus.

Memberikan sokongan material kepada pemimpin (baca pendeta) di gereja merupakan prinsip alkitabiah yang positif. Surat 1 Timotius 5:1718 mengajarkan bahwa ini merupakan cara penghormatan kepada mereka yang melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan setia.

 

*)Penulis adalah mantan

gembala sidang,

mantan Ketua BPP GGBI dan

tinggal di Yogyakarta

 

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 1

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here