Opini: “Siapakah Pendeta Itu?” Part 2

0
83

Memang setiap individu menerima panggilan berbeda karena kepribadian masing-masing yang berbeda. Dia dipanggil Allah berdasarkan atas orang perseorangan. Karena itu tidak ada metode tertentu bagaimana panggilan itu dinyatakan. Alkitab sendiri menunjukkan keanekaragaman panggilan terhadap hambahamba-Nya. Juga pengalaman hamba-hamba Tuhan dewasa ini tidak berbeda dengan kenyataan tersebut.

Dengan demikian seorang pendeta, sebagai pemimpin rohani adalah kekuasan bentuk spiritual, dan hal ini tidak pernah sebagai hasil pribadi. Tidak ada kemungkinan pembuatan atau pembentukan pribadi untuk menjadi pemimpin rohani. Dia dapat mempengaruhi orang lain secara spiritual karena Roh Kudus bekerja di dalam dan melalui dia.

Jadi, pekerjaan pelayanan kependetaan sangatlah membutuhkan dedikasi. Dan sangat sulit bagi seseorang yang memasukinya tanpa ada panggilan khusus. Seseorang yang mencoba untuk berada di situ dan kemudian meninggalkan pelayanan, biasanya mereka yang tidak atau sangat kurang keyakinan akan panggilannya.

Perjanjian Lama

Perhatikanlah Abraham, Yakub dan Yusuf. Allah menginginkan suatu bangsa dan Abraham dipilihnya. Ia menginginkan penyelamat dan Yusuf dipilih, bukannya sebuah panitia. Waktu timbul bala kelaparan di Mesir, hanya ada seseorang yang ditetapkan. Pada peristiwa yang lain Tuhan menetapkan Musa. Memang kemungkinan Allah bisa memilih tuatua Israel dan membentuknya sebagai panitia untuk pelaksanaan tersebut, tetapi Ia tidak melakukan. Panggilan hanyalah bagi seseorang. Kepadanya, Tuhan memberikan penglihatan. Dan Musa menjadi wakil Allah, pemimpinan besar bagi umat-Nya.

Ketika Musa meninggal, siapa kemudian yang melanjutkan tugasnya? Apakah umat Israel berkumpul kemudian memilih panitia untuk memimpin mereka mencapai Tanah Perjanjian? Bukankah Allah memberikan kepada mereka pemimpin yang lain? Yosua diurapi untuk melaksanakan tugas. Di kemudian hari mereka mendapatkan kesulitan. Apakah yang mereka lakukan? Membentuk panitia? Tidak sama sekali! Mereka datang kepada Allah untuk seseorang pemimpin.

Tahun lepas tahun pemimpin diperlukan. Daud, Elia, nabi-nabi, raja-raja dan para reformator yang mengembalikan umat kepada Allah.

Perjanjian Baru hingga Kini

Dalam era Perjanjian Baru, hal ini sama kejadiannya. Pertama-tama Yohanes Pembaptis, kemudian Yesus, Anak Allah. Sekarang sampailah masa gereja. Bagaimana hal ini berlangsung? Oleh Panitia? Bukan! Oleh seseorang yang penuh dengan Roh Kudus. Petrus pergi kepada orang Yahudi dan Paulus kepada orang kafir. Tugas ini diselesaikan.

Kemudian pada zaman Bapa-bapa Gereja, yang mula-mula muncul adalah Polycarpus Papias, Ignatius, Justin Martyr, Irenaeus, Tertulian dan seterusnya. Masa pra-reformasi adalah Peter Waldo, John Wycliffe, Savonarola, dan seterusnya. Pada masa reformasi muncullah Martin Luther, Zwingli, John Calvin, dan seterusnya. Pada abad ke-17 dan seterusnya, muncul John Bunyam, Richard Baxter, John Wesley, William Carey, C.H. Spurgeon, D.L. Moody, J.D. Livingstone, Billy Sunday, Billy Graham dan tambahkanlah nama-nama pendeta di lingkungan Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI).

Fungsi Pendeta

Sewaktu berbicara kepada para penatua di Efesus, Paulus menggunakan tiga kata untuk menyebut jabatan dan fungsi seorang pendeta:

Poimen (gembala) yang berarti “menggembalakan, memelihara, memberi makan, dan menjaga”. Pendeta harus memberi gizi rohani kepada anggota keluarga Allah. Pendeta bertanggung jawab memberi makanan rohani kepada jemaat ( Yohanes 21:16; Kisah Para Rasul 20:28; 1 Petrus 5:2).

Episkopos (Penilik). Kata ini menekankan perlunya pengawasan dan kepengurusan. Seorang pendeta harus mengawasi pekerjaan Tuhan melalui gereja lokal. Menurut Alkitab, pekerjaan pelayanan seorang pendeta berkaitan dengan kepemimpinan. Seorang pendeta dapat saja mendelegasikan pelayanan pengawasan kepada orang lain, tetapi ia sendiri bertanggung jawab atas kepengurusan gereja. Gereja harus diarahkan oleh sebuah visi. Ada banyak keputusan yang harus diambil. Jika seorang pendeta tidak mau memikul tanggung jawab kepemimpinan, siapa lagi yang dapat melakukannya dengan efektif?

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 1

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here