Opini: “Siapakah Pendeta Itu?” Part 1

0
348

Pada masa dahulu, masa di mana kehidupan Alkitab hanya ada satu suara yakni suara pendeta saja yang didengar domba-domba, kehidupan keagamaan masih sederhana. Tetapi zaman modern ini sudah terjadi banyak perubahan, seribu satu suara yang minta diperhatikan. Kebisingan suara-suara itu menyebabkan suara gembala hampir tidak dapat didengar. Kebenaran tersebut didukung W.W. Wiersbe, et. Al., “Dewasa ini tak seorang pun yang mengetahui apa gembala itu dan apa yang diperbuatnya dalam dunia ini.”

Tampaknya ada pemikiran untuk memperbarui anggaran dasar sekarang ini dan jangan kembali kepada zaman gembala kala itu. Namun tak dapat dipungkiri sebagaimana vokal konsep sehubungan dengan penyampaian Injil terhadap keperluan-keperluan tertentu manusia dalam permasalahan dan dosa-dosa mereka, kita harus kembali kepada metafora lama – penggembalaan. Apabila fungsi ini dilaksanakan, siapa pun yang melakukan, dialah seorang gembala.

Dalam dunia modern hal ini disebut “pelayanan pastoral”. Di lingkungan kehidupan kegerejaan khususnya dan di pemandangan masyarakat pada umumnya, pelayanan pastoral merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan dan mungkin sangat mendesak.

Dengan adanya suara-suara sumbang yang menempatkan kedudukan pendeta pada tempat yang tidak semestinya, perlulah kiranya kita mengkaji kembali siapakah pendeta dan apa yang diperbuatnya. Sangat mendesak untuk mengadakan penyelidikan secara alkitabiah mengingat pendeta tidak lagi dianggap sebagai “obat mujarab” yang setiap saat diperlukan. Di lain pihak, pendeta ditempatkan sebagai “penguasa” walaupun bukan yang “mahakuasa”. Atau sering dianggap sebagai “pegawai gereja” yang bisa diperlakukan sebagaimana anggotaanggota kehendaki.

Jadi, bagaimana?

Sejarah Pemilihan Pendeta

Alkitab tidak tahu menahu adanya rencana lain bagi kepemimpinan jemaat-Nya – yaitu “pendeta”. Dari masa ke masa keadaannya sama. Kapan saja Allah ingin pekerjaanNya terselesaikan, Ia memilih seseorang, melengkapi dia, memimpinnya untuk suatu tugas, menempatkannya sebagai pimpinan bagi umat-Nya. Maka muncullah nabi-nabi, pemimpin luar biasa yang memiliki penglihatan, kewajibannya kepada orang-orang lain dan hubungan dalam melaksanakan tujuan Allah. Dia tidak pernah melaksanakan dengan pilihan bagi panitia-panitia, majelis atau kelompok lain. Rencana Allah bagi domba-domba-Nya harus dipimpin oleh gembala, bukan dilaksanakan oleh kelompok yang disebutkan tadi. Karena kegagalan akan pengertian tersebut maka muncullah masalah. Tetapi bila rencana Allah dilaksanakan, bereslah permasalahannya.

Baca OPINI lainnya link di bawah ini :

MENAKAR MINAT MENJADI PENDETA (BAPTIS) Part 1

Pendeta dan Panggilannya

Allah telah memanggil seseorang sebagai pendeta. Inilah pekerjaan yang paling indah (1 Timotius 3:1). Saya yakin Saudara-saudara sebagaimana halnya saya sendiri telah menikmatinya.

“Marilah kita bersukacita bersama-sama karena di dalam dunia ini di mana ada banyak pekerjaan yang baik dan menyenangkan untuk dikerjakan manusia, Allah telah memberikan kepada kita pekerjaan yang paling baik dan paling membahagiakan, dan menjadikan kita pembawa kebenarnya-Nya,” (Phillips Brooks dalam bukunya Lecture on Preaching ).

Namun demikian pekerjaan kependetaan adalah pekerjaan yang sangat berat, penuh dengan tuntutan. Maka, jangan kiranya seseorang memasukinya tanpa kesadaran yang dalam tentang panggilan Allah. Bahkan banyak orang memasuki pelayanan dan meninggalkannya karena umumnya jabatan kependetaan didasarkan pada pemahaman, cara atau pemikiran duniawi.

Pendeta yang dibicarakan di sini bukanlah menurut sumbangan-sumbangan pikiran dunia ini, siapa pun yang dimaksud, tetapi dialah manusia yang didominasi Allah, karena ketetapan-Nya sebagaimana yang kita lihat dalam contoh panggilan hamba-hamba-Nya dalam Alkitab. Dalam sejarah Alkitab jelas mengenai panggilan ini. Kelahiran mereka, pekerjaan, hidupnya, kesuksesan dan kegagalannya akan segala sesuatu yang mereka perbuat dan ajarkan, dan akhirnya hingga pada kematiannya. Biografinya dicatatkan dengan panjang lebar.

Baca Juga Part 2 dan 3, Link di bawah ini :

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 2

(Opini) Siapakah Pendeta Itu? Part 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here