Obituary- Nelson Siagian 26 Juni 1942 – 2 November 2019 “Pemimpin Koor Yang Konsisten”

0
203

Berita duka datang dari Gereja Baptis Indonesia (GBI) Kebayoran. Pemimpin paduan suara Excelsis Deo (PSED), Nelson Siagian dipanggil Tuhan pada tanggal 2 November 2019 lalu di RSUP Fatmawati Jakarta.  Laki laki kelahiran Siantar 26 Juni 1942 itu sempat dirawat selama dua minggu sebelum dipanggil ke rumah Bapa di Surga, meninggalkan Istrinya – Nancy Siagian, tiga anak perempuan dan enam cucu laki laki.  Menurut  putri sulungya –  Reny Maureen Siagian, ayahandanya tidak pernah mengeluh tentang sakitnya. “Baru dua minggu terakhir itu saja Papa bilang perut kembung dan gak selera makan, papa gak pernah mengeluh sakit ” tuturnya kepada Suara Baptis.

Nelson Siagian dikenal sebagai pemimpin paduan suara yang konsisten dan setia dalam pelayanan. Nyaris tidak pernah absen setiap Sabtu sore saat jadwal latihan paduan suara.  Meskipun kadang sedang kurang fit, namun kesetiaannya pada pelayanan tetap membuatnya semangat melatih tim paduan suara yang beranggotakan lebih dari 40 orang itu.  Kiprahnya memimpin paduan suara memberikan semangat tersendiri bagi anggota tim. Menyanyikan banyak lagu pujian di beberapa tempat baik didalam maupun luar negeri telah menjadi agenda rutin bagi Tim Paduan Suara ini dari tahun ke tahun. Kehadiran pemimpin yang konsisten dan setia membawa tim paduan suara menjadi sebuah tim yang solid sehingga saat pemimpinnya dipanggil Tuhan, semua merasakan kehilangan yang mendalam. “Kami sangat merasakan kehilangan beliau yang selalu sabar melatih paduan suara gereja kami” tutur salah satu anggota paduan suara dengan wajah sedih.

Bagi ketiga anaknya yang kesemuanya perempuan, Nelson Siagian adalah ayah yang demokratis , tidak memaksakan keinginannya dan memberikan kepercayaan kepada anak-anaknya dalam mengambil keputusan apapun. “Penampilan dan pembawaannya saja yang kelihatan galak tetapi papa hatinya lembut. Beliau memberikan kebebasan kepada kami untuk mengambil keputusan sendiri namun kami harus bertanggungjawab atas keputusan itu termasuk berani mengambil risikonya” ungkap Maureen putri sulungnya. Nilai nilai kehidupan yang sangat mengesankan bagi anak anaknya antara lain adalah menghargai pilihan keputusan anak anaknya. Rasa tanggungjawab kepada istri dan anak anaknya.

Nelson Siagian sejak muda merantau ke Ibukota untuk kuliah dan bekerja menjadi pegawai negeri pada Dinas Perparkiran DKI Jakarta sampai pensiun. Selain itu juga pernah menjadi artis penyanyi dalam sebuah grup vocal bernama Trio Parsito. Dengan bekal suara yang bagus, hobi menyanyi dan bermusik dilakoninya secara otodidak sampai akhir hayatnya sebagai talenta yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya. Sebelum melayani dan melatih di paduan suara Excelsis Deo , Pria batak ini melatih paduan suara The Gloryfiers. Bakat seni menyanyi dan bermusiknya diwariskan kepada anak anaknya. Tidak ada pesan khusus untuk keluarganya sebelum meninggal dunia, namun ada nasihat yang selalu diingat anak anaknya yaitu agar selalu mengambil bagian dalam pelayanan di gereja agar kerohanian terpelihara dan iman bertumbuh. Nasihat itu telah dilakukannya sampai akhir hidupnya dengan konsisten melayani menjadi pemimpin paduan suara gereja.

BIODATA Nama  : Nelson Siagian Tempat Tgl Lahir  : Siantar, 26 Juni 1942 Istri  : Nancy Siagian Anak – Menantu    : Reny Maureen Siagian – Martin Widjaya Marisa Kasita Siagian – Heinch Tampubolon Manuela Rachel Siagian – Parlinggoman Panggabean Cucu   : Jonathan Jeromaldo  Jakovyan Keinchson Tampubolon  Josua Trumman Tampubolon  Illias Ray Christensen Panggabean  Angelo Joy Panggabean  Uria Doa Elroy Panggabean

Selamat menikmati kehidupan abadi bersama Bapa di Surga, Pak Nelson…

ds/sb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here