Munas II GGBI | Siapakah BAMUSNAS GGBI?

2
154

Selasa, 8 Maret 2016, BADAN PENGURUS NASIONAL Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BAMUSNAS GGBI) kembali menyelenggarakan musyawarah nasional (MUNAS) yang kedua. Kendati sudah dua kali diadakan, beberapa umat Baptis disinyalir belum begitu memahami perbedaan BAMUSNAS dengan Badan Pengurus Gereja (BPG).

Ditemui di Wisma Retret Baptis (WRB), Bukit Soka, Salatiga (8/3/2016), Ketua Badan Musyawarah Nasional (Bamusnas) GGBI Pdt. Hana Aji Nugroho memberikan keterangan sehubungan dengan identitas BPG yang tahun lalu sudah berganti nama menjadi BAMUSNAS.

Pdt. Hana Aji Nugroho“Sebetulnya perpindahan antara BAMUSNAS dengan BPG hanya masalah falsafah saja dari sidang yang beraroma Barat menjadi aroma Indonesia,” tandasnya.

Menurut Pdt. Hana, prinsip musyawarah yang dianut sekarang sudah tidak terpaku pada voting, tetapi lebih pada esensi musyawarah yang mencapai mufakat.

Jika berbicara tentang fungsi dan peran, sebenarnya masih sama dengan BPG, yaitu menggerakkan dan mengoptimalkan sinergi antarorganisasi. BAMUSNAS kini fokus mengedepankan asas keluarga besar, yaitu musyawarah. Lantaran GGBI ini ada di Indonesia maka dari itu kita terapkan filosofi yang “Indonesia”.

“Misalnya, BAMUSNAS ini memikirkan bagaimana sebuah pelayanan akan berjalan, itu akan disinergikan antara YRSBI, YBI dan BPN.”

Dalam sistem tata organisasi, BAMUSNAS di sini sejajar dengan BPN, Pembina Yayasan Baptis Indonesia (YBI) dan Pembina Yayasan Rumah Sakit Bapti Indonesia (YRSBI). Kekuasaan tertinggi tetap pada umat Baptis Indonesia.

BAMUSNAS saat ini diketuai Pdt. Hana Aji Nugroho. Wakil ketua Pdt. Paul Kabarianto, bendahara Pdt. Timotius Suharto, dan sekretaris Pdt. Frank Stevanus Daud Suitela.

Di samping itu ada tiga komisi dalam BAMUSNAS. Komisi yayasan, baik YBI maupun YRSBI dipimpin Pdt. I Gede Wastra. Selanjutnya komisi organisasi diketuai Pdt. Helly Hariyanto, dan komisi BAMUSNAS Pdt. Yusuf Widodo.

Mengingat fungsi BAMUSNAS yang berperan menjadi wadah pertemuan gereja-gereja Baptis, Pdt. Hana berharap agar gereja-gereja selalu menyadari keberadaan BAMUSNAS ini dan tidak memblow up isu-isu atau kebijakan yang seharusnya bisa dibawa dalam BAMUSNAS. Karena BAMUSNAS adalah representasi dari gereja-gereja.

“Pascamunas,  setelah masing-masing memperoleh kesepakatan, nantinya organ-organ termasuk BPN, YBI, YRSBI akan melangsungkan rapat kerja sendiri.” pungkasnya.

Penulis : AWP

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

2 COMMENTS

  1. Apa pun istilahnya, tetaplah pada akar budaya Indonesia yang mengedepankan musyawarah mupakat, bukan berdasarkan senioritas juga. Saatnya babak baru GGBI kita mulai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here