Liputan: Wisuda Sarjana Ke-13 STT Baptis Bandung “TETAP BERSYUKUR MESKI HARUS WISUDA DARING”

0
146

Tak ada lagi pelukan hangat sekaligus pelukan perpisahan dari para sahabat dalam acara wisuda sarjana ke-13 Sekolah Tinggi Teologi Baptis Bandung (STTBB), Jumat 6 November 2020. Akibat pandemi covid-19 masih mengganas, acara yang berlangsung di aula lantai 3 Gereja Baptis (GB) Pertama Bandung tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sejumlah wisudawan hanya bisa menatap dosen dan sahabat-sahabatnya melalui layar komputer.

Foto Bersama Wisudawan

Tampak para wisudawan serta para dosen menggunakan tameng wajah (face shield) serta masker. Tak hanya itu, kehadiran tamu undangan juga dibatasi hingga 50 orang termasuk para dosen serta wisudawan. Beberapa di antara wisudawan tak dapat hadir karena berada di luar kota. Mereka harus puas mengikuti wisuda secara daring (dalam jaringan) didampingi keluarga. Pembatasan hadirin juga menyebabkan sebagian kerabat mahasiswa harus mengikuti acara wisuda melalui layar komputer.

Meski demikian, binar kebahagiaan terpancar di wajah para wisudawan. Hari  yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mengenakan jubah serta toga wisuda menandakan mereka telah menyelesaikan pendidikannya.

Nona & Keluarga

“Sedih karena nggak bisa wisuda langsung, nggak bareng dosen dan teman-teman. Tapi tetap bersyukur karena wisudanya bareng orang tua,” ungkap salah satu wisudawan STTBB Margayati Inna Kii atau yang akrab disapa Nona.

Nona adalah salah satu lulusan jurusan Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang harus mengikuti wisuda secara daring. Sekadar tahu, sejak awal tahun 2020, ia dan kedua teman lainnya menjadi utusan Injil GB Pertama Bandung ke daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia bersyukur dapat mengikuti wisuda dengan didampingi orang tua. Menurutnya, jika ia di Bandung saat acara wisuda, belum tentu orang tuanya dapat mendampingi.

Sementara Inoto Ziliwu, lulusan jurusan teologi yang mengikuti acara wisuda secara langsung mengungkapkan perasaannya, “Senang banget bisa wisuda (meskipun) dalam situasi seperti ini (pandemi covid). Sayangnya tidak bisa ditemani orang-orang terdekat. (Namun) selalu bersyukur, ada hikmahnya dari apa yang terjadi.”

Inoto Ziliwu

 

STTBB kali ini mewisuda 23 sarjana (6 sarjana teologi dan 17 sarjana PAK).  Salah satu dosen, Dr. Choong Chee Wah dari Singapura yang tak hadir secara langsung, berpesan kepada seluruh wisudawan untuk tetap melayani Tuhan dengan setia. “Meskipun pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh dunia, saya bahagia bahwa roh Anda tidak melemah (hingga) menyelesaikan pendidikan di STTBB. Saya berharap setelah Anda menyelesaikan studi ini, tetap melayani Tuhan Allah kita dengan setia dalam keadaan dan situasi apa pun, di mana pun.”

Dr. Choong Chee Wah

Menurutnya, ada banyak jiwa di luar sana yang perlu mendengar tentang Yesus sebagai Juru Selamat. Ia mendorong para wisudawan meminta tuntunan Tuhan untuk memenuhi tugas dan panggilan yang Dia berikan.

Sementara donatur STTBB Dkn. Suyanto Djapara dan istri dari Gereja Baptis Indonesia (GBI) Bakti, Bandung memberi semangat kepada staf dan dosen STTBB untuk terus mendidik mahasiswa dengan segenap hati, membentuk para hamba Tuhan yang berdampak bagi dunia demi kemuliaan-Nya.

Harapan lainnya pun di sampaikan Benny Judihardjo dari PT Ateja-YTKA. Donatur STTBB tersebut mendorong para wisudawan untuk bisa memuliakan Tuhan di seluruh Indonesia.

Benny Judihardjo

Mengangkat Tema dari Kolose 1:28-29 “Menjadi hamba Tuhan yang setia memberitakan Kristus”, Ketua STTBB Pdt. Dr. Joko Budiyanto berharap, para wisudawan untuk tetap fokus pada pemberitaan tentang Yesus Kristus yang adalah Allah, Sang Juru Selamat.

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

Padua Suara STTBB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here