LIPUTAN | STDI AJAK DOSEN, KARYAWAN, DAN PRIBADI JADI LEBIH BERKARAKTER

0
124

STDI Ajak Dosen, Karyawan, dan Pribadi Jadi Lebih Berkarakter

Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI) Bandung menggelar Seminar dan Diskusi tentang “Dosen dan Karyawan yang Berkarakter” pada Rabu 29 Juli 2015. Kegiatan diawali dengan perkenalan Ferri Agustian Sukarno sebagai Ketua STDI yang baru. Dilanjutkan Ketua Yayasan Baptis Indonesia (YBI) Edi Krishariyanto yang memperkenalkan timnya yang turut hadir, serta Ketua Pembina YBI dan Yayasan Rumah Sakit Indonesia (YRSBI) Pdt. David Sumarto yang juga menjelaskan sedikit tentang lembaga yang dibimbing dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Tepat pukul 09.30, Dkn.Dipl.Ing. Hariono Soemarsono, Ph.D. membuka kegiatan ini dengan mengatakan bahwa seminar dan diskusi ini tidak hanya untuk dosen dan karyawan tetapi juga peserta sebagai pribadi.

“Menurut iman Kristiani, manusia memiliki akal, perasaan, dan kemauan yang dapat dikembangkan dengan bebas, asal bertanggung jawab,” tuturnya. “Ditambah dengan transformasi dalam diri dan hati seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.”

Sebelum seseorang menjadi orang berkarakter, manusia merupakan makhluk yang egois. Diakui pria kelahiran Magetan 4 November 1936 itu, mengubah ego menjadi karakter yang baik tidak semudah membalik telapak tangan.

“Kalau Anda adalah seorang karyawan,” ia mencontohkan. “Jangan menjadi sosok yang acuh tak acuh. Jadilah karyawan yang ramah dan peduli karena pelanggan adalah raja.”

Pria yang diselamatkan Yesus pada usia 44 tahun itu menjelaskan, tahap menjadi orang berkarakter adalah memiliki visi. Tidak hanya melalui kata-kata indah tetapi juga penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karakter yang dimiliki juga harus sesuai Yesus Kristus yakni berhati pelayan-hamba. Ibaratnya padi yang terus merunduk,” tukasnya. “Kalau sudah demikian, kita bisa melakukan aktivitas yang dirasa tidak enak.”

Hal ini seperti tertulis dalam Amsal 27:19 yang berbunyi: “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”

Penulis: Luana Yunaneva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here