LIPUTAN KHUSUS III : Calon Pimpinan Organ GGBI “Itu Lagi, Itu Lagi” DAPATKAH MUBES MENGUBAHNYA? PART 2

0
355

Jangan Lagi Salah Masuk Komisi

Dalam mubes GGBI nanti, digelar berbagai seminar dan lokakarya dengan mendatangkan banyak orang muda sebagai pembicara. Acara berjudul Baptist Future Leader (BFL) ini dimaksudkan untuk memperlengkapi pemimpin masa depan gereja Baptis melalui pelayanan musik, pengajaran dan multimedia. BFL didesain untuk mengembangkan pemimpin gereja agar berwawasan luas, kreatif, dan relevan.

Pdm. Sophian Immanuel

Soal ini, Gembala Sidang GBI Jatinegara Jakarta Pdm. Sophian Hutagalung berkomentar. “Yang saya tanyakan, kalau orang-orangnya (para calon pemimpin GGBI, red.) itu lagi, apakah ini bisa disebut future leader (pemimpin masa depan)? Atau hanya slogan yang menggemakan begitu saja?” tukasnya saat diwawancarai Kiki dari SB, Rabu 22 Januari 2020.

Ketua Bamusnas Pdt. Hana Adji Nugroho menyampaikan, tidak menutup kemungkinan dalam mubes nanti ada pergerakan kaum muda dengan melalui pelibatan mereka dalam kegiatan tersebut.

Pdt. Hana Adji Nugroho

“Memang kesulitan kita saat ini, anak-anak muda yang sudah kita bina, biasanya sibuk dengan dunianya sendiri. Sehingga yang siap untuk pelayanan di GGBI, akhirnya orang-orangnya itu lagi. Sebetulnya kita sudah menyiapkan banyak anak muda yang kita orbitkan. Termasuk saat ini kita lihat di jajaran (BPN) GGBI sendiri sudah banyak anak muda yang berada di situ,” ujarnya kepada Aris Santoso dari SB, Senin 13 Januari 2020.

Pdt. Hana menuturkan, cara pemilihan BCPO GGBI telah dilakukan sejak dua periode yang lalu (tahun 2010). Cara tersebut terus diperbaiki dalam Kongres GGBI 2015 di Surabaya untuk menyambut Mubes GGBI 2020.

Untuk memilih calon-calon pimpinan GGBI, gereja-gereja Baptis Indonesia mengusulkan nama-nama yang diinginkannya duduk di Bamusnas GGBI, BPN GGBI, serta Pembina YBI dan YRSBI. Nama calon-calon pimpinan GGBI tersebut lantas dibahas dalam musyawarah daerah di 19 BPD GGBI. Sesudah musyawarah daerah menyepakati calon-calon pimpinan GGBI, nama-nama tersebut dibawa dalam Munas GGBI di Salatiga 2019.

Bila dalam Kongres 2010 lalu di Lembang, Jawa Barat terjadi perubahan nama-nama yang sebelumnya sudah diusung gereja melalui penjaringan BCPO GGBI, apakah nama -nama yang sudah ditetapkan dalam Munas GGBI 2019 di atas dapat berubah?

“Menurut AD/ART yang berlaku saat ini, sudah tidak mungkin ada perubahan. Karena kemarin memang sudah disepakati bahwa di munas terakhir sudah mengambil kesepakatan melalui tim formatur yang dibentuk selama dua munas berturut-turut. Jadi, seharusnya tidak ada perubahan jika mengikuti AD/ART,” tandas Pdt. Hana.

Arseindy Jushabana

Asisten Gembala Sidang GBI Batu Zaman Bandung Arseindy Jushabana berujar, nama-nama calon pimpinan GGBI tersebut cenderung kembali kepada pilihan yang sama karena merekalah yang dikenal gereja. Menurut Arsendy, yang perlu dibenahi adalah pembuatan profil mereka.

Sedangkan Sekretaris Jenderal BPN GGBI David Vidyatama menjelaskan, saat ini sangat sulit mencari tenaga yang bersedia melayani dalam GGBI. Kesulitan ini juga dialami ketika mencari dan mempersiapkan kader-kader muda.

Menanggapi nama-nama calon pimpinan GGBI yang siap disahkan dalam Mubes GGBI

Sri Suharjatin

2020, utusan GBI Wanamukti Semarang, Sri Suharjatin mengungkapkan harapannya, “Pemimpin ke depan harus kompak, bekerja sesuai tugas masing-masing. Jangan saling menyalahkan. Kalau bisa, saling bantu demi GGBI kita. GGBI maju, nama Tuhan dimuliakan, banyak jiwa dimenangkan.”

Rachmadi Johan

Rachmadi Johan juga menyampaikan harapannya, “Lebih fokus kepada pelayanan sesungguhnya.  Perlu ada semacam prioritas dalam pelayanan itu seperti apa, yang harusnya tepat, baik dalam konteks gereja maupun konteks yayasan. Supaya ini mengena di antara umat Baptis sendiri. Dan juga daripada itu, kembali fokus kepada tujuan.”

Dikatakannya, gereja-gereja Baptis dan GGBI haruslah dibangun untuk tujuan Allah, bukan tujuan organisasi itu sediri yang diutamakan.

Pdt. Stephen Theorupun

Sementara Gembala Sidang GBI Elim, Ambon berharap, mubes memikirkan pelayanan menyeluruh di Indonesia. “Bukan Jawa saja tapi Indonesia. Ada BPD GGBI Kawasan Timur Indonesia, itu harus diperhatikan juga.”

Demi perbaikan penjaringan calon-calon pemimpin GGBI 2025 – 2030, Pdt. Paul Kristiyono mengusulkan perubahan AD/ART dengan kembali melakukan pemilihan dalam mubes.

“Kalau Saudara tertarik di sistem (penjaringan BCPO GGBI), masuk di Komisi Organisasi. Kalau tertarik di dana abadi seperti apa, masuklah di komisi yang berkaitan dengan program (BPN GGBI, Bamusnas, dan yayasan). Kalau Saudara ingin bicara tentang visi-misi, keluarga besar dan lain-lain, masuklah di Komisi Asas dan Keluarga Besar. Jangan seperti (peristiwa dalam) Kongres X Surabaya, tim Semarang salah masuk, bicara AD/ART dan sistem, (tetapi) masuknya di Komisi Asas dan Keluarga Besar. Ora nyambung dan salah kamar. Inilah pendidikan organisasi. Jangan berpikir negatif dengan suatu usulan. Ini pemanasan untuk pembelajaran sebelum masuk di mubes, supaya ora koyo enthung, ora ngerti lor kidul (supaya tidak seperti kepompong yang tidak tahu arah utara-selatan).”

Baca Selanjutnya Part 1

BACA JUGA LIPUTAN KHUSUS II : Warna Baru Mubes XI GGBI TAKKAN LAGI MENGURAS ENERGI?

Baca Juga LIPUTAN KHUSUS I : MENGAPA PERLU ADA MUBES?

Penulis: Aris Santoso

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here