LIPUTAN KHUSUS II: Warna Baru Mubes XI GGBI TAKKAN LAGI MENGURAS ENERGI?

0
502

Rupanya pergantian nama “kongres” menjadi “musyawarah besar” (mubes) Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) belum diketahui banyak orang. Perbincangan hangat mengenai mubes, baik langsung maupun dalam media sosial (medsos), mulai bermunculan.

Simak saja akun Instagram (IG) @Baptis.id maupun akun FaceBook (FB) @Gerejabaptis. “Emang sudah keluar balon (bakal calon) Ketua GGBI berikut? Ada berapa orang?” tanya akun AC Andoko pada kolom komentar FB.

“Sudah jadi… tinggal dilantik… BPN (GGBI) dan BAMUSNAS sama 100% (tidak ada perubahan dari kepengurusan 2015-2020, red.), Pembina YBI dan YRSBI ada perubahan…” balas akun FB Paul Kristiyono. Dan perbincangan pun berlanjut dalam kolom komentar tersebut. Sebagian tak sabar menantikan Mubes GGBI ini, namun tidak sedikit pula yang menanggapinya secara santai. Bahkan ada yang tak berniat hadir.

Meski menimbulkan berbagai komentar, semangat panitia pelaksana tak lantas kendor. Mereka terus mepromosikan mubes dengan menyebar iklan-iklan kegiatan melalui media sosial maupun sosialisasi secara langsung.

Arseindy Jushabana

“Kalau dulu yang paling ditunggu-tunggu pas mau mubes itu adalah pemilihan ketuanya. Kalau sekarang kan beda? Pemilihan (para pimpinan Organ GGBI) sudah tidak lagi pas mubes tapi kita datang hanya mengesahkan (mereka),” tutur Asisten Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Batu Zaman Bandung Arseindy Jushabana kepada Kikie dari Suara Baptis (SB), Minggu 2 Februari 2020.

Arsendy memang menjadi utusan GBI Batu Zaman dalam Mubes GGBI. Acara lima tahunan umat Baptis ini  berlangsung pada 24-27 Maret 2020 di Kinasih Resort & Conference, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Mubes kali ini memicu perbincangan hangat karena bentuk acaranya berbeda dengan kongres selama ini. Juga karena pemilihan pimpinan Organ GGBI yang biasanya dilakukan dalam kongres dan menguras banyak energi, takkan lagi terjadi. Mereka sudah dipilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) GGBI tahun lalu di Salatiga. Mubes hanya akan mengesahkan dan melantiknya.

Meski begitu, persidangan yang digelar tetaplah penting.

“Mubes juga mengagendakan pembahasan dan pengesahan perubahan AD/ART  (Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga GGBI)  sebagaimana dimandatkan oleh gereja-gereja untuk dipersiapkan pengurus,” tutur Wakil Ketua Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI) Pdt. Daniel Royo Haryono kepada Tiara dari Suara Baptis, Selasa, 4 Februari 2020.

Dilanjutkannya, mubes juga akan membahas pertanggungjawaban program dan anggaran, pembahasan visi-misi untuk 20 tahun ke depan serta pengesahan arah pelayanan gereja-gereja anggota GGBI. Itulah sebabnya Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Peniel Surabaya ini mengimbau gereja-gereja agar mengirimkan utusannya untuk mengikuti mubes.

Mubes XI GGBI akan diawali upacara pembukaan dipimpin Presiden Joko Widodo (dalam konfirmasi) sedangkan khotbah pembukaan akan disampaikan perwakilan Asia Pacific Baptist Federation (APBF).

Kegiatan lain selama mubes adalah pendalaman Alkitab yang akan dipimpin Veritas College International, Australia. Acara akan dilanjutkan dengan Seminar Umum Kebangsaan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (dalam konfirmasi),  kebaktian kebangunan rohani oleh International Mission Board, Festival Baptis akan diisi paduan suara dan kelompok vokal gereja-gereja Baptis se-Indonesia.

Mubes juga akan menghadirkan lokakarya dan seminar berjuluk “Baptist Future Leader (BFL)”. Acara ini bertujuan melengkapi pemimpin masa depan untuk menjawab kebutuhan gereja Baptis dalam tiga aspek yakni musik (ensambel, paduan suara, aransemen musik), multimedia (fotografi, videografi, copywriting, desain grafis, public speaking) serta pengajaran (creative teaching untuk anak, remaja, dewasa muda, dan dewasa senior). Selain itu juga akan ada beberapa kelas seminar tentang apologetika, homeletika, parenting, konseling krisis, simple church, ibadah kreatif, dan misi holistik.

Semua acara ini akan dilaksanakan secara bersamaaan. Karena itu, setiap peserta hanya dapat mengikuti paling banyak empat sesi. Dengan begitu, setiap peserta sebaiknya memilih topik yang benar-benar cocok untuk diikuti.

Menanggapi acara mubes yang hadir dengan warna berbeda tersebut, Pdt. Royo mengatakan, kegiatan ini akan menjadi kesempatan luas bagi umat Baptis untuk hadir. “Mubes diperuntukkan bagi siapa pun yang berkenan hadir dengan tujuan memberi kelengkapan kepada gereja-gereja melalui lokakarya, sehingga menjadi wahana kaderisasi umat Baptis Indonesia.”

Dengan target kehadiran 1.200 peserta (termasuk peninjau dan peserta lokakarya),  panitia harus bekerja keras mempersipakan acara mubes supaya semua berjalan dengan baik. Tak hanya itu, tempat penginapan pun harus diatur sedemikian rupa sehingga para peserta merasa nyaman selama mengikuti acara.

Tak hanya panitia yang mempersiapkan acara dari jauh-jauh hari. Gereja-gereja pun sedang mempersiapkan utusannya. Gereja tak cukup hanya membekali para utusan dengan materi yang akan dibahas dalam mubes namun juga biayanya.

Sekadar tahu, biaya pendaftaran mubes terbagi dalam tiga bagian. Zona 1, Rp2.250.000,- (BPD GGBI DKI Jakarta dan Banten, BPD GGBI Jabattara, serta BPD GGBI Jawa Barat).

Zona II, Rp1.750.000,- (BPD GGBI Jatengbagut, BPD GGBI Banyumas, BPD GGBI Surakarta, BPD GGBI Kedu, BPD GGBI Yogyakarta, BPD GGBI Jatim 1 dan Bali, BPD GGBI Jatim II, GBI Palembang, GBI Karunia Tuhan Lampung, BPD GGBI Lampung, dan BPD GGBI Sumbagsel.

Terakhir, Zona III, Rp1.250.000,- (BPD GGBI Sumbagut, BPD GGBI Kepulauan Riau, BPD GGBI Persiapan Sumbagteng, BPD GGBI Persiapan Bengkulu, BPD GGBI Persiapan Kalimantan, BPD GGBI Sulawesi serta BPD GGBI Kawasan Timur Indonesia/KTI).

Sementara untuk peserta BFL dipungut biaya Rp1.250.000,-. Setiap peserta akan mendapat empat kelas lokakarya, dua kali seminar, ikut Baptist Gospel Festival gratis, serta penginapan dan makan selama acara di Kinasih Resort.

Meski beberapa BPD GGBI masuk dalam Zona III dengan biaya pendaftaran paling murah, bukan berarti tanggungan biaya gereja-gereja di daerah ini lebih enteng. Misalnya, utusan dari BPD GGBI KTI dengan biaya pendaftaran hanya Rp1.250.000,- namun total biaya mengikuti mubes akan jauh lebih besar daripada gereja-gereja di Zona 1. Ini karena jaraknya sangat jauh dari lokasi mubes sehingga pengeluarannya menjadi sangat besar.

Pdt. Stephen Theorupun

“Dari GBI Elim Ambon akan ada tiga utusan yang hadir. Pengeluaran untuk masing-masing Rp. 5-6 juta. Itu baru biaya pendaftaran dan perjalanan, belum yang lain-lainnya,” tutur Gembala Sidang GBI Elim Pdt. Stephen Theorupun kepada Juniati dari Suara Baptis (SB), Sabtu 11 Januari 2020.

Jika GBI Elim mengirimkan tiga utusan, maka dana yang diperlukan mencapai Rp15-18 juta untuk mengikuti mubes ini. Tak mengherankan bila seringkali utusan GBI Elim harus nombok dari dompet pribadi karena keterbatasan dana gereja.

Pdt. Stephen juga mengungkapkan, gereja-gereja dari Papua harus mengeluarkan uang jauh lebih besar lagi untuk mengirimkan utusan ke acara-acara nasional di Jawa. Itulah sebabnya gereja dari Papua jarang menghadiri acara-acara tersebut.

Bukan cuma uang, para utusan dari Indonesia Timur pun harus rela mengorbankan waktu dan tenaga lebih banyak dibandingkan peserta yang lain. Meski demikian, lanjut Pdt. Stephen, itu semua tak mengurangi semangat para utusan untuk hadir dalam Mubes GGBI 2020.

Dilansir dari akun Instagram Baptis_Id 19 November 2019, untuk menjawab minat kaum muda dan kebutuhan para peninjau yang akan hadir dalam mubes, peserta akan dibagi dalam empat bagian. Pertama, utusan resmi gereja mengikuti musyawarah dan festival. Kedua, peninjau mengikuti musyawarah dan festival. Ketiga, peserta BFL, mengikuti lokakarya, seminar dan festival. Keempat, Peserta festival, hadir di Baptist Gospel Festival. Dengan demikian, baik peninjau maupun utusan akan tetap melalui zonasi pendaftaran untuk memudahkan panitia mengatur acara berjalan dengan lancar.

Bagaimana dengan umat Baptis di Jawa? Siapkah hadir dalam mubes ini? Ataukah kita masih bertanya, untuk apa ikut mubes?

BACA JUGA LIPUTAN KHUSUS I : MENGAPA PERLU ADA MUBES?

BCA JUGA LIPUTAN KHUSUS III: Calon Pimpinan Organ GGBI “Itu Lagi, Itu Lagi” DAPATKAH MUBES MENGUBAHNYA? PART

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here