Liputan: GBI Tlogosari Semarang “IMB DIDAPAT SESUDAH 22 TAHUN BERJUANG”

0
76

Sesudah berjuang selama 22 tahun dengan melalui banyak tekanan sosial, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari Semarang akhirnya mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada 24 September 2020. Peristiwa penting ini tentu disambut dengan rasa syukur Gembala Sidang Pdt. Wahyudi dan jemaat.

Sejak 22 tahun lalu, GBI Tlogosari gagal membangun gedung gereja lantaran tidak kunjung mendapatkan IMB. Akibat penolakan inilah, pembangunan gedung harus terhenti di tengah jalan. Meski demikian, Pdt. Wahyudi terus berusaha untuk mendapatkan izin membangun. Bukan perkara yang mudah, 22 tahun berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan penerimaan masyarakat setempat bukanlah waktu yang singkat.

Berulangkali GBI Tlogosari mendapat tekanan dari masyarakat sekitar. Meski demikian gembala sidang dan jemaat terus berjuang untuk mendapatkan kebebasan membangun sarana peribadatan. Pergumulan dua puluhan tahun tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah mendapat rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 September 2020, lima hari kemudian (24 September 2020) terbitlah IMB yang dinanti-nantikan.

Perjuangan panjang Pdt. Wahyudi dan jemaat untuk memperoleh IMB semakin kuat sejak tahun lalu. Sejumlah organisasi sosial memberikan pendampingan seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, Persaudaraan Lintas Agama (Pelita), Yayasan elSA (Lembaga Studi Sosial dan Agama) Semarang, GUSDURIAN Semarang serta Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Semarang.

Menanggapi penerbitan IMB tersebut, jemaat mengucapkan terima kasih kepada semua organisasi termasuk Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia yang pernah mendampingi. Ungkapan syukur ini dinyatakan melalui doa kebangsaan bersama jemaat dan orang-orang yang terlibat dalam perjuangan GBI Tlogosari untuk mendapatkan IMB.

Sesudah izin turun, GBI Tlogosari melanjutkan pembangunan gedung gereja secara perlahan-lahan.

Meski IMB telah ditangan, Pdt. Wahyudi mengakui, masih ada satu-dua orang yang belum rela melihat kenyataan tersebut. Namun sebagian besar masyarakat tidak lagi mempermasalahkan.

“Setelah pembangunan selesai, (berharap) jemaat lebih bersemangat, dan bisa menjadi saksi Kristus di daerah itu,” ujar Pdt. Wahyudi kepada Juniati Tasik Lola dari Suara Baptis.

Menurutnya, pembangunan kembali gedung gereja ini dapat memacu semangat, ibarat “tanah perjanjian” yang sudah sangat lama diperjuangkan.

“Ya, berharap semua dapat berjalan lancar,” harap Pdt. Wahyudi.

Melalui Suara Baptis, ia berharap ada anak-anak Tuhan yang bisa menjadi saluran berkat bagi pembangunan gedung GBI Tlogosari. Semetara ini, pembangunan dilakukan dengan dana yang ada. Itu sebabnya, Pdt. Wahyudi tidak dapat memperkirakan, kapan pembangunan gedung akan selesai. Namun ia berharap, gedung gereja dapat digunakan untuk perayaan Natal pada 25 Desember 2020.

Meski anggota jemaat Tlogosari terdaftar 114 orang, yang aktif baru 60-70 orang.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah turut membantu dan mendoakan hingga IMB diperoleh,” kata Pdt. Wahyudi.

 

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here