Lembar Kenangan – Pdt. Rochim, M.A. (1952-2020) HAFAL TANGGAL ULANG TAHUN SEMUA ANGGOTA GEREJA

0
106

Pdt. Rochim, M.A. (1952-2020)

HAFAL TANGGAL ULANG TAHUN SEMUA ANGGOTA GEREJA

Di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mengguncang dunia, kabar duka datang dari salah satu keluarga pendeta Baptis. Jumat 24 April 2020 pukul 06:45, Gembala Sidang Gereja Baptis Indonesia (GBI) Betania Surabaya Pdt. Rochim dipanggil pulang ke rumah Bapa di surga. Pdt. Rochim meninggal setelah enam jam menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Adi Husada ,Undaan, Surabaya.

Pada November 2019 lalu, Pdt. Rochim masuk rumah sakit untuk menjalani operasi katarak. Ketika tengah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa klep jantung Pdt. Rochim tidak bisa tertutup rapat.

“Setelah operasi katarak baru ketahuan kalau klep jantungnya itu nggak bisa menutup rapat. Makanya kalau jalan suka ngos-ngosan. Tapi Pdt. Rochim tidak mau kontrol lagi ke dokter. Katanya, itu dari kecil sudah begitu,” tutur Maria, istri almarhum Pdt. Rochim kepada Juniati dari Suara Baptis, Senin 27 April 2020.

Jumat 24 April 2020 dini hari, Pdt. Rochim dilarikan ke RS Adi Husada Surabaya. Ia langsung ditangani tim medis yang melakukan pemeriksaan darah, jantung serta memasang selang infus dan oksigen. Berselang sekitar enam jam kemudian, dokter memberitahu Maria, istri Pdt. Rochim bahwa sang suami sudah dipanggil Tuhan.

Hari itu juga, berita berpulangnya Pdt. Rochim mulai tersebar di FaceBook (FB). Ucapan dukacita disampaikan rekan-rekan hamba Tuhan melalui postingan FB, seperti pada akun FB @Andri Kaen Scooterist dan @Setyo Nugroho. Kedua akun yang memposting ucapan dukacita inipun langsung dikomentari banyak orang yang mengucapkan turut berdukacita.

Menutup usia 68 tahun, Pdt. Rochim meninggalkan istri dan dua orang putranya, Daniel Kriswianto Putra (29 tahun) dan Yosia Kristanto Putra (17 tahun).

Sang istri mengenang Pdt. Rochim sebagai sosok yang sabar, tekun apalagi dalam menyiapkan khotbah. “Dia kalau menyiapkan khotbah, nggak pernah mendadak, jauh-jauh hari sudah disiapkan. Jadi, nggak pernah mendadak nyiapin khotbah, gitu. Misalnya untuk dua minggu kedepan akan berkhotbah, sekarang itu sudah siap,” tutur Maria.

“Seperti kemarin ketika (Pdt. Rochim dilarikan) ke rumah sakit, saya lihat di catatannya sudah ada tiga khotbah yang disiapkan,” sambungnya.

Melayani sebagai Gembala Sidang GBI Betania selama kurang lebih 30 tahun, Pdt. Rochim dikenal sangat memperhatikan jemaatnya. Bahkan tanggal ulang tahun setiap anggota gereja, diingat semua.

Anehnya, Pdt. Rochim justru tidak hafal tanggal ulang tahun anak-anak maupun istrinya. Maka, dapatlah dimaklumi jika Pdt. Rochim tidak memberikan ucapan selamat ketika mereka berulang tahun. Meski demikian, Maria mengungkapkan, Pdt. Rochim adalah orang yang sangat baik dan sabar dalam keluarga.

Pdt. Rochim juga aktif dalam pelayanan tukar mimbar. Namun satu tahun terakhir ini ia tidak terlibat sesering dulu. Maklum, Pdt. Rochim sudah sepuh. Lagi pula, jemaat tidak mengizinkan gembala sidangnya pergi ke tempat pelayanan yang cukup jauh ketika tukar mimbar.

Maria mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendeta Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) yang telah memberikan dukungan, perhatiannya dan doa. Semua itu sangat menguatkan keluarga almarhum Pdt. Rochim.

Dalam damai, Tuhan memanggilnya kembali. Selamat jalan, Pdt. Rochim.

Penulis: Juniati

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here