JADI DIAKON, Pertemanan Pun Mendadak Berjarak Part 2

0
158

Membidik Kaum Milenial?

Penjabat Gembala Sidang GBI Jatinegara Pdt. Ichwei Gusti Indra mengatakan, dasar pertama pelayanan para diakon adalah Kisah Para Rasul 6:17. “Supaya pelayanan meja terpenuhi dan pemberitaan Firman oleh gembala jauh lebih efektif dan optimal. Kemudian dasar kedua adalah kontekstual situasional. Ketika saya masuk ke GBI Jatinegara, tersisa tiga diakon yang sudah sepuh. Dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), diakon yang berusia 65 tahun sudah tidak boleh aktif menjabat. Maka, ini menjadi kebutuhan untuk regenerasi.”

Pdt. Ichwei G. Indra

Pdt. Ichwei mengaku bersemangat dengan bertambahnya dua diakon muda usia. Menurutnya, mereka akan mampu menjembatani kaum muda dalam gereja.

“Diakon muda ini pemikirannya bisa masuk ke jaman now, zaman milenial ya? Jadi, memodifikasi pemenuhan pelayanan meja dalam bentuk-bentuk (pelayanan) kontekstual, kontemporer zaman sekarang di GBI Jatinegara.”

Ayah tiga anak dan satu cucu ini berharap diakon-diakon baru dapat mengembalikan fungsi diakon sesuai dengan porsinya. Karena di beberapa gereja, diakon merangkap-rangkap tugas sehingga tidak fokus kepada pelayanan meja.

Meski begitu, menjadi tantangan bagaimana para diakon muda ini mampu menjaga perasaan para seniornya yang nantinya digantikan.

“Diakon-diakon muda ini dari keluarga muda yang aktif dan berkarier. Yang menjadi tantangannya adalah pembagian waktu untuk pelayanan, keluarga dan pekerjaan,” sambung Pdt. Ichwei.

Pria yang giat menulis buku ini telah membuat pembagian tugas para diakon. Diakon senior akan menangani hal-hal internal seperti pelayanan perkabungan, orang yang sakit keras dan pelayanan sosial. Sementara diakon muda akan menangani hal-hal eksternal seperti pelayanan yatim piatu, janda, dan duda. Meski begitu, pembagian tugas diatur supaya luwes.

Pdt. Ichwei merasa bersemangat untuk menggalakkan pelayanan diakonia di gereja-gereja Baptis. Dari pelayanan tersebut, pelayanan Firman Tuhan dapat mencapai puncak dan pelayanan meja terpuaskan. Dengan begitu, situasi ini akan sangat berdampak pada pertumbuhan gereja.

“Jemaat akan terpuasakan secara batiniah dan lahiriah sehingga bertambah banyak orang yang percaya. Kalau ada pendeta dan diakon melayani secara proposional, pasti berdampak positif bagi gereja setempat,” tandasnya.

 

Penulis: Kikie

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

Baca Part 2 klik Link di bawah ini

JADI DIAKON, Pertemanan Pun Mendadak Berjarak Part 21

Ilustrasi : billditewig.blog/dacenstday

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here