Ibadah Kemerdekaan RI di GBI Anugerah Cimahi

0
90

Gereja-gereja Baptis bukan hanya menganut otonomi gereja, tetapi masing-masing gereja juga punya keunikan. Salah satu buktinya ialah penyelenggaran ibadah yang dinamai “ibadah kemerdekaan” di GBI Anugerah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

18 Agustus 2019 lalu, tepat delapan tahun Yudas Kukuh Widodo (47) mengikuti “ibadah kemerdekaan”. Ibadah yang dimulai pukul sembilan pagi ini, berdurasi seperti ibadah pada Minggu-minggu lainnya, yaitu sekira satu setengah jam. Artinya, ibadah akan berakhir pukul 10.30 WIB. Bedanya, ibadah kemerdekaan dimulai dengan upacara.

“Upacara simbolik saja—tidak bisa disebut upacara full, karena tidak seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dalam ibadah,” jelas Yudas kepada SuaraBaptis beberapa waktu lalu.

Bapak tiga anak itu menjelaskan, ibadah kemerdekaan RI itu ialah ibadah yang menjadikan upacara peringatan HUT RI sebagai pembuka ibadah. Alur kegiatannya serupa upacara biasa. Ada protokoler yang membacakan prosesi upacara. Ada pembacaan Undang-undang Dasar 1945, atau juga pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bedanya dengan upacara umumnya, dalam ibadah kemerdekaan tidak memasukkan penaikan bendera merah putih dalam protokoler. Namun lagu-lagu kebangsaan tetap dinyanyikan, terutama lagu Indonesia Raya.

Upacara simbolik itu diakhiri dengan pembacaan Pancasila yang dipimpin Inspektur Upacara, yaitu Gembala Sidang GBI Anugerah, Pdt. Mudjiran. Selanjutnya, ibadah beralih ke penyampaian Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Mudjiran.

Tradisi Menghargai Kemerdekaan
“Minggu kemarin itu khotbahnya mengenai kemerdekaan negara Indonesia yang dihubungkan dengan kemerdekaan orang percaya di dalam Yesus Kristus,” tutur Guru Sekolah Minggu Dewasa Pria itu.

Menurut Yudas, kegiatan upacara yang diramu menjadi ibadah khusus dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ini, sudah menjadi tradisi di GBI Anugerah. “Sejak saya bergabung, tradisi ini sudah ada,” kata bapak berkacamata itu.

Bagi Yudas, siapapun yang baru pertama kali mengikuti prosesi ibadah upacara, akan merasa aneh. “Mungkin ada gereja lain yang mengadopsi prosesi upacara, tetapi tidak selengkap gereja kami,” tambah anggota Perancang GBI Anugerah yang ditanggungjawabi Ketua Keanggotan itu.

“Ibadah upacara memang simbolik dari ucapan rasa syukur, bukan untuk tujuan lain,” tambah Yudas. Dengan mengikuti ibadah upacara, anak-anak muda bisa diajak lebih menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang membela kemerdekaan tanah air.

Kegiatan Pamungkas
Dalam memperingati HUT RI, GBI Anugerah tak hanya menggelar ibadah unik. Jemaat juga dilibatkan dalam rangkaian perlombaan bersama masyarakat sekitar gereja yang dilaksanakan sebulan penuh.

Sedang pada 17 Agustus secara khusus, jemaat dan masyarakat mengikuti kegiatan dari pagi hingga pukul tiga sore. “Jadi, ibadah upacara—tanggal 18—itu acara pamungkas,” jelas Yudas.

Video: Yudas K. Widodo
Reporter: Arseindy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here