Gereja Jerman Perkenalkan Pendeta Robot Pertama di Dunia

0
241
Ilustrasi tangan robot dan tangan manusia (Shutterstock).

Lima ratus tahun setelah Martin Luther memulai gerakan reformasi gereja di Eropa, sebuah gereja Protestan di Jerman kembali menawarkan pembaruan dari sisi teknologi bagi tradisi keagamaan yang dinilai sudah jumud dewasa ini.

Pembaruan yang ditawarkan sebuah gereja Protestan di Provinsi Hesse-Nassau itu adalah sebuah robot, tepatnya robot pendeta.

Robot yang dinamai BlessU-2 itu bisa menyampaikan berkat dalam lima bahasa – Jerman, Inggris, Spanyol, Inggris, dan Polandia, serta bisa memancarkan cahaya dari kedua tangannya.

Pada dadanya tersedia sebuah layar sentuh. Umat yang ingin dilayani bisa memilih mode suara lelaki atau perempuan.

Sudah selama 10 hari terakhir, pendeta robot itu diunjukkan dalam sebuah pameran yang digelar untuk memperingati Reformasi Luther di Wittenberg, sebuah kota kecil tempat Luther memulai gerakan Reformasi pada 1517.

“Kami ingin orang mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk menerima berkat dari sebuah mesin,” kata Stephan Krebs, salah satu penggagas pembaruan itu, seperti yang diwartakan The Guardian, Selasa (30/5/2017).

Robot itu bisa mengucapkan kutipan ayat-ayat Alkitab dan mengatakan, “Tuhan memberkati dan melindungimu.” Ia juga bisa mencetak kata-kata berkat itu di atas sebuah kertas.

“Gagasan utamanya adalah untuk memicu perdebatan,” ujar Krebs.

“Orang-orang di jalanan akan penasaran, terkesima, dan tertarik. Mereka mulai membahasnya dan masukan yang kami terima sangat positif. Tetapi di dalam gereja sendiri beberapa pihak menduga kami ingin mengganti pendeta manusia dengan robot. Mereka itu, yang berorientasi pada layanan gerejawi, memang lebih kritis,” jelas dia.

Menurut Krebs, pihaknya tak bermaksud untuk mengganti pendeta manusia dengan robot. Ia mengatakan robot tak akan bisa menggantikan tugas pastoral pendeta.

“Kami tidak berencana untuk merobotisasi pelayanan gereja, tetapi kami sebenarnya ingin melihat apakah perspektif teologis bisa ditawarkan kepada sebuah mesin,” jelas Krebs.

Adapun pameran Wittenberg digelar untuk memperingati ulang tahun ke-500 tahun dari gerakan reformasi gereja yang diawali ketika Luther menancapkan kritiknya, yang terkenal dengan nama “95 Tesis Luther”, di pintu sebuah gereja di Wittenberg.

Dalil-dalil Luther, yang ditulis dalam bahasa Latin, menantang otoritas dan elitisme dalam Gereja Katolik Roma pada masa itu, serta memicu perubahan politik dan perang bernuansa agama yang berkepanjangan di Eropa.

Tetapi BlessU-2 bukan robot pertama yang diperkenalkan dalam tradisi agama. Pada 2016 lalu, sebuah kuil Budha di Beijing, Cina memperkenalkan sebuah robot biksu yang bisa merapal mantra dan menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam agama Budha.

Sumber : https://www.suara.com/tekno/2017/05/30/205111/gereja-jerman-perkenalkan-pendeta-robot-pertama-di-dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here