Gereja Baptis Efrata Bandung: “Indahnya Saling Menghargai Antar Umat Beragama”

0
191

Tahun ini, perayaan hari raya Idul Adha bagi saudara-saudara kita Muslim bertepatan pada hari Minggu, 11 Agustus 2019.

Pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB  sebelum ibadah pagi dimulai di Gereja Baptis Efrata Bandung, didatangi lima orang laki-laki dari Masjid Nurul Rahman, Jl. H. Samsudin No.64, Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat (Masjid yang ada di sebelah Gereja Baptis Efrata), mereka meminta supaya ibadah pagi itu tidak menggunakan alat musik dengan volume yang keras supaya tidak mengganggu yang sedang beribadah di Masjid,  disampaikan kepada salah satu anggota jemaat.

Mendengar berita itu, Pdt Sean Anwar Wijaya sebagai Gembala Sidang segera mengumpulkan semua petugas pelayanan hari itu, untuk mencari jalan keluar bersama, apakah ibadah pagi ditunda dan disatukan ke ibadah kedua (pukul 09.15 WIB) atau ibadah pagi tetap seperti biasanya. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan semuanya sepakat ibadah pagi tetap ada tetapi tanpa menggunakan alat musik maupun pengeras suara.

Ketika ibadah selesai, kami baru menyadari bahwa teman-teman yang sedang ibadah di Masjid pun ternyata tidak menggunakan pengeras suara. Kami bersyukur, ibadah bisa tetap berjalan tanpa mengganggu yang sedang sholat dan mereka juga menghargai kami yang sedang beribadah di gereja. Berpuluh-puluh tahun kami hidup berdampingan, saling menghargai, saling menghormati satu dengan yang lain. Merasakan indahnya hidup dalam jalinan kerukunan antar umat beragama.

Selasa 9 Juli 2019, kelompok lintas agama mendeklarasikan Sasak Gantung, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat sebagai kampung toleransi ke empat di kota Bandung, yang disampaikan oleh Pdt Sean sebagai sekretaris Forum Pembaruan Kebangsaan di Kecamatan Regol.

Kami juga berharap,  kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol ke depannya juga akan menjadi sebuah kampung toleransi, oleh karena kerukunan umat beragama yang terjalin baik antara Masjid Nurul Rahman dan Gereja Baptis Efrata.

Kampung toleransi merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga keberagaman di kota Bandung yang selama ini dihuni oleh warga yang berbeda suku, agama dan ras serta mempersatukan seluruh warga untuk saling bergotong royong. Melalui segala perbedaan itu akan menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara yang lebih baik dan lebih maju. Selain itu tujuan dari dibentuknya kampung toleransi adalah untuk mempersatukan antar umat beragama serta meminimalisir konflik dan tindakan intoleran.

 

Penulis: Ribka Giyati

Editor: Juni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here