GBI Saman Yogyakarta | Batal Terbakar Berkat Bantuan Warga Sekitar

1
188

Badan Perwakilan Daerah Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPD GGBI) Yogyakarta akhirnya menanggapi berkembangnya berbagai pemberitaan yang kurang tepat mengenai Gereja Baptis Indonesia (GBI) Saman, Bantul. Mereka membenarkan bahwa ada orang yang tidak bertanggung jawab mengintimidasi gereja yang beralamat di Jalan Dirgantara No. 71 Saman, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini dengan menggantung ban di depan pintu gereja dan membakarnya dengan bensin pada Senin 20 Juli 2015 pukul 02.45 WIB. Namun warga sekitar gereja melihatnya dan langsung berupaya memadamkan api sehingga gedung gereja tidak terbakar. Hal tersebut berbeda dengan pemberitaan dan ilustrasi foto yang beredar selama ini.

Untuk itu pimpinan BPD GGBI Yogyakarta yang diwakili Ketua Pdt. Chada Jotlely, Wakil Ketua Pdt. Petrus Lomba, dan Sekretaris Pdt. Dwi Aryadi mengharapkan, pemberitaan yang berlebihan dapat dihentikan. Hal ini disebabkan pihaknya tidak ingin ada pihak yang terprovokasi untuk mengembangkan kebencian di antara anak bangsa.

BPD GGBI Yogyakarta menerima peristiwa ini sebagai teror dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Mereka juga tidak menuding pihak manapun tanpa kejelasan proses hukum. Untuk itu pihaknya mendukung penuh dan menaruh kepercayaan tinggi kepada pihak kepolisian yang menyelidiki peristiwa ini sehingga pelaku dapat segera ditemukan.

Berdasarkan Siaran Pers yang diterima Suara Baptis, BPD GGBI Yogyakarta menyadari bahwa kerukunan yang telah terjalin erat dengan warga sekitar yang berbeda keyakinan selama 30 tahun harus tetap dijaga. Caranya dengan menjunjung tinggi perbedaan keyakinan serta menghargai proses dan penyelesaian masalah dengan jalan damai.

Selain itu, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bantul beserta jajaran keamanan dan semua pihak yang langsung mengadakan pertemuan untuk memastikan bahwa bukan saja kebebasan agama ditegakkan melainkan kebersamaan yang santun juga tetap ditinggikan. Kedua hal tersebut penting agar masyarakat dapat saling menghormati keberagaman sesuai koridor hukum dan amanat konstitusi UUD 1945 yang menjadi dasar berbangsa dan bernegara.

BPD GGBI Yogyakarta juga mengajak semua pihak untuk beritikad yang tulus dalam menghadirkan kedamaian, kasih persaudaraan dan semangat kebangsaan yang menyatukan masyarakat. Ini dikarenakan setiap manusia dipanggil untuk menjadi rahmat dan berkat untuk Indonesia.

Penulis: Luana Yunaneva | Editor: Pristyadi Teguh Wibowo

1 COMMENT

  1. Tuhan tdk pernah mengajarkan kepada kita untuk melukai siapapun juga, sampai sampai Ia menyatakan sangkamu Aku ini penjahat sehingga kamu membawa pedang dan pentung dan Iapun menyatakan kpd Petrus letakkan pedangmu Aku tidak memerlukannya dan beliau mengembalikan kembali telinga yg terputus itu kpd pemiliknya, sungguh indah dan damainya kl kita semua memahami dan mengerti sedalam dalamnya art Cinta Kasih itu bagi semua umat manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here