Berita Duka: Prof. Dr. Ir. MARDJONO SISWOSUWARNO

0
447

Secara mengejutkan, tokoh senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang juga anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Baitlahim Bandung,  Prof. Dr. Ir. Mardjono Siswosuwarno berpulang hari ini, Jumat 20 September 2019 pukul 05:45. Pria kelahiran 17 Mei 1948 ini terkena stroke saat mengajar di Institut Teknologi Sumatra (ITERA) di Lampung. Pertolongan awal dilakukan tim medis Rumah Sakit (RS) Imanuel Bandar Lampung. Namun perawatan Prof. Mardjono kemudian dipindahkan ke RS Advent Bandung. Namun Tuhan berkehendak lain. Sesudah beberapa hari dirawat, Tuhan memanggilnya pulang ke sorga.

Saat ini jenazah disemayamkan di Rumah Duka Bumi Baru 2 Ruang D, Jalan Hollis  Bandung. Kebaktian penghiburan akan dilakukan Jumat 20 September 2019 pukul 19:30 dan Sabtu 21 September 2019 pukul 19:00. Sedangkan upacara pelepasan jenazah akan dilakukan Minggu 23 September 2019 dari Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB) menuju Tempat Pemakaman Umum Pandu, Jalan Pajajaran Bandung. Semua acara ini akan dilayani GBI Baitlahim.

Suami Endang Tjipta Diningsih ini mendapatkan gelar insinyur di ITB kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Katholiek Universiteit Leuven, Belgia hingga lulus tahun 1978. Pulang ke Indonesia, ayah dua anak ini kemudian aktif mengajar di ITB dan meraih guru besar.

Pria tegap ini juga sangat dihormati di dunia keselamatan transportasi dan lingkungan ITB. Prof. Mardjono sudah puluhan tahun berkiprah di KNKT. Banyak kalangan bahkan menilainya sebagai ahli dalam membongkar penyebab kecelakaan pesawat terbang (www. pojoksatu.id). Kariernya di KNKT diawali saat menyelidiki pesawat Singapura Silk Air 185 yang jatuh dan menghunjam Sungai Musi, Sumatra Selatan pada Desember 1997.

Sejak itu, Prof. Mardjono sering terlibat dalam penyelidikan pesawat terbang dan kereta api. Ia bahkan sempat menjadi Ketua Tim Investigasi Musibah AirAsia QZ8501 pada 17 Januari 2005. Pria cerdas yang gemar berkelakar ini memimpin tim yang melibatkan Bureau d’Enquetes et d’Analyses (BEA) alias KNKT dari Perancis sebagai negara pembuat pesawat AirAsia, dan beberapa ahli dari Korea Selatan dan Singapura.

Di antara jemaat GBI Baitlahim, Prof. Mardjono pun sangat dihormati. Dengan senang hati, ia sering melayani permintaan anggota gereja yang ingin mendengarkan kabar-kabar hasil penyelidikan kecelakaan alat transportasi dan rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah. Prof. Mardjono pun sempat menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan salah satu tokoh penting dalam Yayasan Perguruan Tinggi Baptis Indonesia (YPTBI) yang menaungi Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI) sebelum akhirnya dilebur dalam Yayasan Baptis Indonesia. Tak heran, banyak kalangan merasakan kehilangan pria yang gemar mengenakan setelah hitam-hitam ini.

Selamat jalan Prof, sampai bertemu di sorga kelak.

 

Penulis: Kiki

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here