Munas II GGBI | Prestasi YBI: Sertifikasi Aset Melebihi Target

0
5

Pelayanan mimbar oleh perwakilan Badan Pengurus Daerah (BPD) Surakarta dalam alunan pujian berjudul “Ada Lagu dalam Hatiku” membuka Pleno II dalam Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI) pukul 16.30 WIB. Berlangsung Selasa 8 Maret 2016 di Wisma Retret Baptis (WRB) Bukit Soka Salatiga, pleno ini diikuti 122 utusan gereja, 3 orang dari Badan Pengurus Nasional (BPN) GGBI, 27 orang dari Yayasan Baptis Indonesia (YBI), dan 7 orang dari peninjau.

Selanjutnya, para peserta dibagi menjadi tiga komisi yaitu Komisi Organisasi, Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI) dan Yayasan Baptis Indonesia (YBI), serta BPN GGBI dan Badan Musyawarah Nasional (Bamusnas). Masing-masing komisi akan membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta rencana program kerja dan anggaran (RKA).

Dimoderatori Bamusnas, YBI mengawali presentasi dan penjelasan yang disampaikan Pdt. David Sumarto (Ketua Pembina) dan Edi Krisharyanto (Ketua Pengurus). Tidak lupa, Edi mengenalkan para pimpinan kedua belas lembaga di bawah naungan YBI yang mengenakan kemeja batik khas Bengkulu berwarna hijau, serta pengurus organ YBI yang mengenakan jenis batik yang sama namun berwarna coklat.

Pada sidang pleno kedua ini, Edi tidak hanya menjelaskan kinerja yang telah dilakukan kedua belas lembaga, tetapi juga banyaknya pekerjaan yang masih tersisa dari tahun lalu. Anggota Gereja Baptis Indonesia (GBI) Pengharapan Surabaya tersebut mengapresiasi sejumlah prestasi yang dicapai timnya, melampaui target yang dicanangkan bersama, seperti penelusuran dan sertifikasi 28 aset dari target hanya 15 aset, juga penjualan aset lain yang melebihi taksiran (appraisal).

Lantaran waktu pelaksanaan acara melebihi jadwal yang ditentukan, Ketua Bamusnas Pdt. Hana Aji Nugroho meminta izin umat untuk melanjutkan acara dengan presentasi dari YRSBI. Ketua Pengurus YRSBI Pdt. Victor Rembeth menjelaskan, salah satu fokus pihaknya saat ini adalah membangun perkumpulan praktisi kesehatan Baptis Indonesia. Selain itu, mewujudkan pelayanan kesehatan yang “PAS” yakni Profesional, Akuntabel, dan Spiritual.

“Kami juga mengapresiasi Rumah Sakit (RS) Baptis Batu yang cepat tanggap ketika pengamat dan  ahli geografi politik  Indonesia asal Amerika Serikat yang bernama Benedict Richard O’Gorman Anderson meninggal dunia di salah satu hotel di Kota Batu, Minggu 12 Desember 2015 lalu. Saat itu diduga ia meninggal akibat serangan jantung,” ungkapnya. “Ini bisa menjadi ajang promosi kita (RS Baptis, red.).”

Pemaparan Pdt. Victor ditutup dengan mendoakan tiga pengurus perkumpulan praktisi kesehatan Baptis, antara lain Arnold Kabaria Serworwora (Ketua), Iva Yuana Dwi Kusuma (Sekretaris), dan Aries Wahyuningsih (Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan). Sesudahnya, seluruh peserta menikmati makan malam bersama.

Penulis: Luana Yunaneva

Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here