BPN GGBI Prihatin dan Serukan Perdamaian atas Insiden di Singkil, Aceh

0
37

Badan Pengurus Nasional Gabungan Gereja Baptis Indonesia (BPN GGBI) menyampaikan keprihatinan dan seruan damai mengenai tindakan intoleran terhadap gereja di Singkil, Aceh, 13 Oktober 2015.

Disampaikan Ketua Pdt. Dr. Yosia Wartono, Wakil Ketua Pdt. Daniel Royo Haryono, dan Sekretaris Jenderal David Vidyatama, perdamaian dan persatuan di bumi pertiwi kembali mendapatkan ujian. Tindakan intoleran berupa penyerangan massa terhadap gereja di Singkil, Aceh menimbulkan korban meninggal dan terluka. Bahkan mendorong umat Kristen di wilayah tersebut mengungsi ke tempat lebih aman.

Keadaan yang tidak nyaman dan memprihatinkan ini membuat BPN GGBI menyatakan keprihatinan mendalam dan mengecam tindakan massa yang anti toleransi sebab insiden tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan harta, serta menghilangkan rasa aman bagi masyarakat setempat. Lembaga yang membawahi Badan Pengurus Daerah (BPD) GGBI tersebut meminta seluruh elemen masyarakat untuk mengupayakan terciptanya rasa aman, serta menghindari segala bentuk kekerasan dan pemaksaan kehendak dalam penyelesaian masalah di masyarakat. Juga mengingatkan semua pihak untuk menghormati hak-hak asasi beragama dan berkeyakinan seperti amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Harapannya, tidak ada lagi pelarangan hak-hak beribadah ke depan, tetapi masyarakat memiliki kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Melalui rilis yang disampaikan di Jakarta 16 Oktober 2015, BPN GGBI juga meminta pemerintah dan aparatur negara baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk tidak boleh absen dalam melindungi seluruh warga. Hal ini termasuk kewajiban pemerintah setempat untuk memfasilitasi warga beribadah ketika dalam kondisi objektif mereka tidak mampu mendirikan rumah ibadah seperti yang tertulis dalam Peraturan Bersama Dua Menteri Tahun 2006. Masyarakat juga diajak mewaspadai adanya gerakan yang sedang berupaya dan secara terus-menerus ingin mengoyak keamanan, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak menginginkan perubahan negara Indonesia menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera. Salah satu isu utama yang paling rentan adalah membenturkan masyarakat dalam agama dan kepercayaan.

Sebagai penutup, pihaknya juga menyerukan seluruh gereja Baptis untuk senantiasa berdoa bagi kedamaian dan kesejahteraan bangsa Indonesia, serta mengedepankan kehidupan yang membawa kabar baik berdasarkan kasih Kristus. GBI juga berusaha menggalang persatuan dan kesatuan dengan masyarakat sekitar, serta berkontribusi membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.

Penulis: Luana Yunaneva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here