Renungan Harian, Jumat 26 April 2018; Efesus 4:21-32 “HASIL TANGKAPAN”

0
7

https://www.pertanianku.com

Yadi pergi memancing bersama ayahnya. Ia menaruh umpan pada mata kailnya, lalu melemparkan ke arah yang diharapkan ada ikannya. Sebentar saja sudah ada ikan yang memakan umpan Yadi. Yadi mengetahuinya dari getaran-getaran yang ia rasakan pada tangkai pancingnya.Cepat-cepat Yadi menarik pancingnya dari air. Ia ingin segera menarik dan menangkap ikan itu. Ia juga ingin memamerkan dengan bangga kepada ayahnya. Tetapi tidak ada ikan yang terkait di pancingnya. Diulanginya sekali lagi tetapi nihil juga.

Ayah Yadi melihat hal itu, lalu mengajarkan, “lain kali, jika kamu rasa pancingmu bergetar, jangan cepat-cepat diangkat. Biarkan ikan itu mempermainkan umpanmu sebentar. Ulurkan pancingmu lebih panjang. Jika si ikan sudah sungguh-sungguh terkait, kamu dapat menariknya.” begitulah nasehat ayah Yadi.

Yadi mengikuti petunjuk ayahnya. Waktu ia merasa pancingnnya bergetar, Yadi sabar menunggu. Diulurnya tali senar pancingnya, lalu dengan satu hentakan ditariknya gagang pancingnya itu. Tampak seekor ikan mengelepar. Ia berhasil menangkap seekor ikan yang besar.

Setan selalu memperhatikan kita ketika kita bermain-main dengan dosa. Ia akan mengulurkan pancingnya lebih dalam. Dengan sabar ia menunggu sampai kita terlibat dosa yang lebih dalam. Jika ia melihat bahwa kita sudah sungguh-sungguh tekait, ia akan menarik kita. Barulah pada saat itu kita sadar bahwa kita sudah terperangkap oleh jerat iblis.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia, dan karena itu ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here