Renungan Harian, Selasa 09 April 2019; Lukas 15:3-10 “AIR YANG DINGIN”

0
4
https://www.idntimes.com

Banyak orang dewasa maupun anak muda, belum pernah belajar bagaimana bersukacita atas keberuntungan dan kebahagiaan orang lain. Apakah ini merupakan tanda bahwa orang itu kurang dewasa, atau mempunyai sifat iri hati, kita tidak tahu. Tetapi satu hal yang pasti, sifat itu bukanlah sifat orang Kristen yang sejati.

Pernahkah saudara sekelas dengan orang yang kepandaiannya biasa-biasa saja? Untuk mempertahankan nilai 6 saja, ia harus belajar mati-matian. Apakah reaksi Sudara jika pada suatu waktu ia mendapat 8? Apakah Saudara ikut bergirang hati atas keberhasilannya? Ataukah Saudara berkata, “Ahh, baru dapat 8, aku dapat 10!”

Seorang pemudi berlibur keluar negeri dengan orang tuanya. Waktu ia pulang, dengan gembira ia menceritakan pengalamannya dengan teman-temannya. Tapi, seperti menyiramkan air dingin, seorang temannya langsung menyela; “itu belum apa-apa, aku sudah beberapa kali kesana.”

Kadang-kadang orang dewasa juga berlaku seperti anak kecil dalam hal ini. Apa reaksi kita jika kenalan kita membeli rumah baru atau mobil baru? Girangkah kita karena keberuntungan mereka? Banyak orang dewasa memberi reaksi sebaliknya. Bukannya dia ikut bergembira, sebaliknya malah mengejek atau mengkritik. Rupanya iri hati merupakn sifat yang menguasai pikiran dan perasaan orang-orang seperti itu.

Bagaimanakah kiranya perasaan Tuhan menghadapi orang-orang yang mempunyai sifat seperti ini? Tuhan memang berkta, “Menangislah dengan orang yang menangis. ” Tapi ingatlah, Tuhan juga juga berfirman , “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita.”

Marilah kita belajar bersifat seperti itu.

“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.” (Roma 12:15)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here