Renungan Harian, Kamis 14 Maret 2019, 1 Samuel 3:4-10 “JIKA TUHAN BERBICARA”

0
28
https://intisari.grid.id

Wulan dan Dani tidak dapat mengerti, mengapa mereka sakit. Sudah hampir 10 hari mereka terbaring di tempat tidur. Tenggorokan mereka terasa pedih karena selalu batuk.

“Mengapa Tuhan membiarkan kita sakit, ya?” kata Dani. Kelihatannya Dani lebih banyak mengomel daripada Wulan.

“Mungkin Tuhan ingin mengajarkan sesuatu pada kalian.” kta ibu.

“Mengapa Tuhan tidak mengajar saya pada waktu saya sehat? Rasanya saya dapat mendengar lebih baik pada waktu saya sehat,” protes Dani.

“Betulkah begitu?” tanya ibu. Mendengar pertanyaan itu, Dani mengerti bahwa ibunya tidak setuju dengan pendapat Dani.

“Kadang-kadang, waktu kalian sedang asyik, kalian tidak mendengar panggilan itu. Jika kalian sibuk mengerjakan ini dan itu, ibu harus memanggil kalian lebih dulu, baru kalin mendengar. Tapi waktu kalian sakit, terbaring di tempat tidur, tak ada yang menghalangi kalian mendengar suara itu,” kata ibu. “Ingatlah Wulan, Dani, Tuhan juga berbicara kepada kita melalui Firman-Nya. Kita tahu. Tuhan mengasihi kita. Tapi tidak memahami secara sungguh-sungguh. Barulah ketika kita sakit, hal itu nyata bagi kita bahwa kesehatan yang Tuhan anugrahkan kepada kita itu merupakan harta yang tak ternilaikan. Itulah sebabnya kita harus bersikap tabah dalam hidup ini. Tidak baik kalau menggerutu saja, tetapi lebih baik jikalau kita menerimanya dengan tidak menyalakan siapa pun.”

Wulan dan Dani terdiam mendengar kata-kta ibunya. Mereka menyadari akan kebenaran kata-kata itu.

“Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan tetapi dukacita yang dari dunia menghasilkan kematian.”  (2 Korintus 7:10)

Jendela Pagi, Lembaga Literatur Baptis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here