Warga Bandung Sambut Delegasi KAA

0
4

Sepanjang Jalan Wastukencana, Kota Bandung, pada Jumat pagi, 24 April 2015 terlihat berbeda. Jika sekitar pukul 07.00 WIB jalanan ini terbiasa ramai lancar, kali ini terlihat sangat lengang. Tidak ada kendaraan yang boleh melintasinya. Para petugas kepolisian bekerja sama dengan sejumlah pihak berwenang tampak mengamankan jalanan yang dilintasi para delegasi dan pimpinan negara-negara yang mengikuti Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015, di mana puncak acaranya berada di kota kembang ini.

Ade Supriadi, Sie Keamanan dari Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Lodaya mengatakan kepada Suara Baptis, timnya disebar ke beberapa titik jalan yang dilewati para delegasi KAA. Beliau sendiri sudah siap di lokasi sejak pukul 06.00 WIB.

”Wah, beberapa teman saya malah ada yang tidur di sini. Berjaga sejak semalam demi keamanan. Tapi sejauh ini, aman-aman saja sih,” katanya.

Yang menarik, para siswa didampingi para guru dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di  Bandung juga ikut menyambut kehadiran para tamu kehormatan negara tersebut, dengan mengenakan seragam, berdiri di sepanjang jalan yang dilalui termasuk Jalan Wastukencana, sambil membawa bendera Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika. Salah satu sekolah yang terlibat yaitu SMP Negeri 40 Bandung. Begitu melihat mobil dan sepeda motor polisi dari kejauhan, mereka langsung berteriak-teriak sambil melambaikan bendera yang dibawa dengan sukacita, “Yeeeee!!!” Beberapa pemimpin negara yang melintasi Jalan Wastukencana tadi, antara lain dari Malaysia, Angola, Zimbabwe, dan Kamboja.

Antusiasme juga tampak melalui ekspresi yang ditunjukkan masyarakat sekitar. Nur, salah seorang ibu yang tinggal di Jalan Linggawastu mengaku, mengajak anak-anaknya yang sudah mulai dewasa untuk menyaksikan kehadiran para pemimpin negara, dengan bersiap diri sejak pukul 07.00 WIB. Wanita berumur 50 tahun ini mengaku senang dan bangga, karena dapat melihat langsung para pemimpin, termasuk Joko Widodo, Presiden, yang menyapa masyarakat dengan melambaikan tangan dari dalam mobil.

Ekspresi serupa ditunjukkan Bertha, salah seorang wali murid Yayasan Pendidikan Kristen Baptis Bandung yang berteriak-teriak saat melihat presiden yang akrab disapa Jokowi tersebut. Bertha mengaku, ini kedua kalinya dia bertemu Jokowi. Pertama kali adalah saat Jokowi meninjau langsung kesiapan Bandung sebagai tuan rumah KAA pada Kamis, 16 April 2015.

”Saya hanya sedikit menyayangkan. Para siswa dari Yayasan Pendidikan Kristen Baptis Bandung koq tidak ikut terlibat meramaikan kegiatan ini. Padahal KAA hanya diadakan 10 tahun sekali. Sebagai orang tua, saya pun menunggu-nunggu event sebesar ini, apalagi anak-anak. Kehebohan melihat para pemimpin dunia ini sangat penting, supaya menjadi kenangan di masa mendatang,” pungkasnya. (SB/ luana yunaneva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here