Munas V GGBI

Pro-Kontra Calon Pembina YBI/YRSBI

Written by suarabaptis

Dalam musyawarah Komisi Ad-Hoc Munas V GGBI, nama Diakon (Dkn.) Irwan Rares kembali dibicarakan. Nama diakon Gereja Baptis Indonesia (GBI) Ngadinegaran Yogyakarta tersebut muncul dalam daftar nama Calon Pembina Yayasan Baptis Indonesia (YBI)/Yayasan Rumah Sakit Baptis Indonesia (YRSBI) periode 2020-2025.

Sebelumnya, Dkn. Irwan Rares pernah disetujui Kongres IX untuk menempati posisi Pembina YBI dan sudah disahkan dalam perhelatan yang sama. Namun Dkn. Iwan Rares kemudian mengundurkan diri sebagai Pembina namun berikutnya menjadi Ketua Pengurus Yayasan.

Maka, ketika Komisi Ad-Hoc Munas V GGBI menyetujui nama Dkn. Irwan Rares kembali menjadi calon Pembina Yayasan, dr. Arnold Serworwora yang hadir dalam Kongres IX dan Munas I, sontak menolak usulan tersebut. Menurutnya, orang yang pernah dipilih kongres sesudah menyatakan kesediaannya namun kemudian mengundurkan diri, adalah tindakan yang menciderai keputusan kongres. Karena itu, yang bersangkutan tidak boleh dipilih lagi.

Lain lagi dengan pandangan Ketua Komisi Ad-Hoc, Pdt. Marthinus Sumendi. Menurutnya dalam daftar nama orang-orang yang dicalonkan dan mengundurkan diri, tidak ada nama Dkn. Irwan Rares. Artinya rekomendasi Komisi IV itu dapat diteruskan untuk dilantak sebagai Pembina YBI/YRSBI dalam Musyawarah Besar (Mubes) GGBI 2020.

Rupanya, banyak utusan Munas yang mendukung pandangan Pdt. Sumendi. Pdt. Dodi misalnya, beranggapan bahwa Dkn. Irwan Rares mungkin pernah tidak siap, tetapi bukan berarti tidak diberi kesempatan kedua. Sedang Pdt. Helly Harianto menyanggah pernyataan dr. Arnold dan mengatakan, dalam Munas I tidak terdapat keputusan yang secara jelas menyatakan demikian.

Ketiga pandangan itu makin dikuatkan pernyataan Pdt. Suntoko bahwa pengunduran diri memang tindakan menciderai umat. Akan tetapi, tindakan Munas mencoret Dkn. Rares dari Pembina Yayasan juga akan menciderai umat. Seharusnya, nama Dkn. Irwan Rares sudah dianulir sejak bakal calon pimpinan GGBI dibahas gereja-gereja.

Berdasarkan berbagai pandangan tersebut, akhirnya Musyawarah Pleno menerima keberadaan Dkn. Irwan Rares menjadi salah satu calon Pembina Yayasan.

Pdt. Sumendhi kemudian menutup laporannya dengan berpantun, “Ke Medan naik bes (bus), kita tunggu pengesahan (Pengurus Organ GGBI) di Mubes.”

Komisi Ad-Hoc sendiri adalah komisi yang bertanggung jawab membahas hasil bakal calon pimpinan GGBI dalam Munas V. Komisi ini akan mendampingi pengurus definitif sampai dilangsungkannya Mubes GGBU pada tahun 2020 di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor.

Penulis: Arseindy
Editor: Prisetyadi Teguh Wibowo

About the author

suarabaptis

Leave a Comment